Suatu ketika sang Hati resah dengan cara pikiran melakukan proses ibadah, terlalu banyak hal yang menjadi syarat dan ketentuan yang berlaku. Cukup niatkan hati persembahan sesuai dengan kemampuan mari mulai berdoa dengan ketulusan. Namun pikiran belum dapat menerima hal baru, mengikuti cara lama tanpa tahu makna yang sebenarnya.
Hati : "ayo mulai berdoa"
Pikiran : "sebentar ada yang kurang"
Hati : "sudah cukup dan lengkap, ayo kita berdoa"
Pikiran : "iya sebentar lagi dikit"
Hati : "oke, kalau gitu saya duluan dan kamu menyusul"
Pikiran : "oke deh"
Hati pun memulai doanya dengan persembahan yang sederhana. Setelah beberapa waktu pikiran masih sibuk dengan persiapan, hati sudah hampir selesai dengan doanya.
Admin Web
0 Comments