TpzpTUC8TSAlBSC6TUG6GSYlGY==

Semua ingin menjadi buah (baca: didepan dan terlihat).

(Curahan hati kosong dan hampa).

Kejadian yang berlangsung akhir-akhir ini dari isu pemilihan bupati, gubernur, presiden sampai perselisihan antar ormas yang kemudian meluas ke isu agama. Semoga semua konflik yang terjadi dapat terselesaikan dengan perdamaian. Harapan, semoga Indonesia tercinta pada akhirnya hidup damai dan sejahtera dalam keberagaman yang penuh keindahan.

Kosong dan hampa pada suatu waktu ada dalam keheningan. Dalam keheningan kosong dan hampa saling berbisik hingga tak terdengar. Sang kosong bertanya “Mengapa dunia ini tidak pernah damai sedikit pun ?”, Sang hampa menjawab “Karena manusia tidak ingin damai”. Sang kosong menjawab “Kenapa tidak ingin damai ?”, Sang hampa kembali menjawab “Karena manusia belum mengusai pikirannya dan masih dikuasai pikirannya”.

Itulah bisikan canda sang kosong dengan sang hampa. Manusia dikuasi oleh pikirannya sendiri, ditunggangi oleh keinginan, kata para Nabi keinginan ini sumber penderitaan. Kenapa oh kenapa, manusia merasa seperti Tuhan dengan prilaku Setan ?, “uuuppppssss”.

Melakukan penghancuran, menganggap diri paling hebat, selain kita yang lain bukan mahluk Tuhan, mengganggap diri atau kelompok paling mulia. Oh… tampang Tuhan prilaku Setan, oh tidak. Mau jadi apa dunia ini. Mungkin juga Tuhan di atas sana menangis melihat umatnya yang berbenturan dan tidak mau saling mengisi. Agama dijadikan alasan untuk perpecahan, agama dijadikan alasan untuk menghancurkan sesama, oh manusia. Kenapa ?

Bukankah Tuhan akan merasa bahagia diatas sana kalau manusia mempunyai tampang manusia dan prilaku manusia.

Kalau mungkin setan mau curhat “Hai manusia tolong hentikan prilaku setanmu itu, sebab kalau kamu terus-terusan seperti itu maka aku akan di pecat oleh Tuhan, sebab engkau manusia mengambil pekerjaanku”.

Hidup damai penuh warna (baca : keragaman) bukankah lebih baik, ketimbang hanya satu warna tanpa perbedaan. Dunia ini sudah cukup lelah disakiti manusia. Bukankah manusia tidak akan bisa hidup jika tidak saling menopang.

Damai… damai.. damai…

Sejahtera…sejahtera…sejahtera

0 Comments

Responsive Banner Slot
Responsive Banner Slot
Responsive Banner Slot

Popular Post