<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367</id><updated>2012-02-16T12:10:11.021-08:00</updated><category term='Garis Hidup Anda'/><category term='TUHAN TIDAK PERNAH BENAR'/><category term='dari'/><category term='MENDENGARKAN BAMBU BICARA'/><category term='Kosong Itu Isi'/><category term='Awan Penghalang Pemahaman'/><category term='MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU'/><category term='manajemen'/><category term='MERENDAH ITU INDAH'/><category term='Kesedihan Juga Menawan'/><category term='Katakan Dengan Bunga'/><category term='Biarkan'/><category term='TERBANG DENGAN SAYAP KEBEBASAN'/><category term='PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN'/><category term='MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL'/><category term='Selamat Tahun Baru 2009'/><category term='bebas'/><category term='Kita Semua bisa Beruntung'/><category term='Kendaraan Menuju Kebahagian'/><category term='bicara'/><category term='Kebencian : Sungai Tanpa Musim'/><category term='Pada Akhirnya Hanya Keindahan'/><category term='Harta Karun dari Air Terjun'/><category term='MENSYUKURI NERAKA'/><category term='Taman Tempat Memendam Rindu'/><category term='Suara-Suara Bunga'/><category term='kedamaian'/><category term='Lowongan Pekerjaan'/><title type='text'>Semua Kehidupan Indah</title><subtitle type='html'>Mencoba menulis tentang kehidupan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-8470637079242852379</id><published>2009-09-17T02:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:45:19.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosong Itu Isi'/><title type='text'>Kosong Itu Isi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah wilayah yang jarang ditelusuri ilmu pengetahuan, wilayah tersebut diberi sebutan kosong. Dalam matematika, ia diberi simbul angka nol. Dalam tataran wacana yang biasa, ia diidentikkan dengan ketiadaan. Sesuatu yang memang tidak ada, tidak bisa dijelaskan, tidak terlihat, apa lagi bisa diraba. Pokoknya, kosong itu berarti tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan orang barat memandang kekosongan, orang timur mengenal istilah koan. Sebagaimana hakekat kosong yang tidak bisa dijelaskan, ide terakhir juga bersifat unexplainable. Ia mungkin hanya bisa ditanyakan. Pertanyaa koan yang paling terkenal berbunyi begini : bagaimanakah bunyi tepuk tangan yang hanya dilakukan oleh sebelah tangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja akan mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan terakhir. Lebih-lebih kalau sumber jawaban yang dimiliki hanya bersumber pada logika-logika empiris. Sulit dibayangkan, ada seseorang atau sekumpulan orang yang pernah mendengar bunyi tepuk tangan yang hanya dilakukan sebelah tangan. Sama sulitnya dengan membuat nyata angka nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menjawab pertanyaan terakhir, sekarang coba perhatikan cangkir, gelas, piring, rumah, lapangan sepak bola, sampai dengan alam semesta. Bukankah semua itu jadi berguna karena menyimpan ruang kosong. Sulit dibayangkan, bagaimana kita manusia bisa memetik guna dan manfaat dari cangkir, gelas, rumah dan lapangan sepak bola yang penuh. Apa lagi ruang kosong super besar yang menutup alam semesta. Andaikan ruang kosong terakhir tertutup benda yang memungkinkan kekosongan tadi lenyap, dari mana manusia menghirup udara ? Bukankah semua kehidupan akan mati percuma dan tiada guna ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai-bingkai pertanyaan (bukan pernyataan) seperti ini, saya menjaga jarak terhadap sinyalemen matematika yang mengidentikkan kekosongan dengan angka nol yang berarti tiada. Kekosongan, setidaknya dalam bingkai pertanyaan di atas, memiliki arti, guna, serta manfaat yang tidak kalah dengan apa-apa yang sejauh ini disebut berisi. Bahkan, sebagaimana dicontohkan oleh lapangan sepak bola dan alam semesta di atas, kekosongan lebih ‘berisi’ dari apa-apa yang sejauh ini disebut dengan isi. Bahkan, dalam beberapa bukti (seperti udara yang bermukim di ruang kosong) kekosongan menghadirkan substansi manfaat yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibuat berkerut sebentar oleh penjelasan di atas, mari kita bawa perdebatan tentang kekosongan terakhir ke dunia mind. Ilmu pengetahuan dan sekolah memang membuat mind jadi penuh dengan isi. Ada isi yang bernama fisika, matematika, statistika, manajemen dan masih banyak lagi yang lain. Dan berbeda dengan isi rumah, atau isi cangkir, isi mind memiliki pengaruh yang besar dalam hal bagaimana mata melihat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tahu dan paham betul akan statistika, memiliki penglihatan berbeda dengan mereka yang awam akan statistika. Serupa dengan itu, sebagai orang yang lahir dan tumbuh di dunia manajemen, saya memiliki pandangan yang sering kali berbeda dengan sahabat-sahabat yang tidak pernah tumbuh di lahan manajemen. Hanya kedewasaan dan kearifan yang memungkinkan perbedaan terakhir kemudian bergerak maju ke dalam pengkayaan-pengkayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak banyak yang memiliki kedewasaan dan kearifan terakhir. Sehingga jadilah fully occupied mind – baik karena penuh oleh pengetahuan, pengalaman, kepentingan maupun yang lain – tidak sebagai sumber dari banyak hal yang berisi. Sebaliknya, menjadi awal dari penghancuran-penghancuran yang tidak berguna dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah wacana-wacana dikotomis benar-salah, sukses-gagal, sedih-gembira. Ia adalah hasil ikutan dari over intelectualizing yang dilakukan oleh kepala-kepala yang penuh dengan isi. Ia memang memenuhi banyak buku, jurnal, majalah, koran. Dan pada saat yang membuat semuanya jadi fully occupied. Sehingga tidak menyisakan sedikitpun ruang kosong wacana. Sebagai hasilnya, sudah mulai ada orang yang gerah kepanasan, bahkan ada yang mulai tidak bisa bernafas, dan pada akhirnya mati suri tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu spirit dengan kekosongan alam semesta yang memungkinkan manusia menghirup udara gratis, mungkin ada manfaatnya untuk menoleh pada unoccupied mind, unborn mind, atau apa yang kerap saya sebut dengan unschooled mind. Sebagaimana tubuh yang memerlukan udara segar, mind juga memerlukan kesegaran-kesegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di titik ini, kekosongan adalah alternatif yang layak untuk direnungkan. Coba Anda perhatikan apa reaksi orang-orang kalau tiba-tiba di depannya ada mobil bergerak menuju dirinya. Entah orang kaya, orang miskin, orang desa, orang kota, orang tua maupun muda, beresponnya sama : lari atau melompat ketakutan. Saya kerap memperhatikan bunyi anak-anak menangis. Entah itu di Inggris, Australia, Prancis, Amerika atau Indonesia, tangisan bayi senantiasa sama. Ini hanya sebagian contoh dan bukti the unborn mind. Percaya atau tidak, dalam keadaan-keadaan tertentu, semua manusia bisa kembali ke sana, ke alam kosong yang penuh dengan isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang takut memang pergi ke sana. Dan saya termasuk orang yang rajin bereksplorasi di sana. Mirip dengan alam pegunungan yang tidak terjamah manusia, di mana udaranya demikian segar dan menjernihkan, unborn mind juga serupa. Kesegaran, kejernihan dan kebeningan hadir dalam dunia kosong yang berisi. Paradoksnya, bukankah tulisan pendek ini juga penuh dengan isi ? Karena itulah saya menyesal besar pernah menulis tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-8470637079242852379?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/8470637079242852379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=8470637079242852379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8470637079242852379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8470637079242852379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/kosong-itu-isi.html' title='Kosong Itu Isi'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6666925768281189552</id><published>2009-09-17T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:42:49.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kita Semua bisa Beruntung'/><title type='text'>Kita Semua bisa Beruntung</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara cabang belajar yang menyedot demikian banyak perhatian orang adalah ilmu keberuntungan. Dan ia tidak saja menarik banyak peminat, melainkan juga berumur demikian lama. Sebut saja larisnya buku-buku Feng Shui, atau larisnya konsultan di bidang yang serupa. Dalam kalkulasi seorang sahabat manajer sebuah toko buku, nilai uang yang beredar untuk mengongkosi ilmu keberuntungan tidak kurang dari jutaan dolar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dasar yang mengganggu banyak orang dalam hal ini, apakah keberuntungan hanya menjadi milik segelintir orang, ataukah bisa dimiliki semua orang ? Ini memang pertanyaan klasik yang telah, dan mungkin akan ditanyakan orang terus sepanjang zaman. Kalau bahan acuan keberuntungan adalah bentuk hidung, dagu dan bentuk-bentuk fisik lainnya, benar keyakinan pertama bahwa keberuntungan hanyalah milik orang dengan bentuk-bentuk fisik tertentu. Jika bahan acuannya adalah sikap dan perilaku, cerita tentu saja menjadi lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati sering kali disebut sejumlah pengusaha Chinese sebagai orang yang memiliki bentuk-bentuk fisik yang penuh keberuntungan, saya cenderung untuk berargumen kalau keberuntungan lebih terkait dengan sikap dan perilaku. Mirip dengan prinsip yang tergantung rapi di salah satu ruangan kerja saya : "Attitude is a little thing that makes a big difference". Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar, demikianlah acuan awal saya dalam memandang keberuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan seorang yang amat pintar, berpengalaman dan bahkan berprestasi mengagumkan. Ia memang akan dilirik banyak sekali orang dan perusahaan. Cuman kalau semua kehebatan terakhir dibungkus dengan sikap-sikap yang menyakiti hati otang, di sini berlaku rumus kehebatanmu adalah harimaumu. Dan saya bertemu orang seperti ini dalam frekuensi yang cukup sering. Ada yang memamerkan kesombongan di sana-sini. Ada yang hidup dari satu sakit hati satu orang ke sakit hati orang lain. Memang tidak bisa dipungkiri, ada sebagian dari mereka yang ditemani keberuntungan sesaat. Akan tetapi pengalaman saya bertutur lain. Dalam jangka panjang, kesengsaraan adalah sahabatnya kesombongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pada dasarnya memiliki kekurangan, hanya saja menutupinya secara berlebihan, hanya akan menimbulkan pandangan-pandangan mata yang tidak terlalu bersahabat. Sadar akan hal ini, saya pernah terinspirasi oleh sebuah renungan Konfusius yang ditulis seorang penulis jernih. "Humility and modesty are the best protection against the wrong opinion of the others", demikian penulis jernih ini pernah bertutur. Dengan kata lain, penyelamat terbaik kita dari pendapat dan persepsi keliru yang datang dari orang lain bernama kesopanan dan sikap rendah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini bukan tanpa bukti, ia didukung oleh banyak sekali deretan bukti. Hidup saya sebagian diselamatkan oleh dua penyelamat terakhir. Ketika siap-siap untuk naik ke kursi nomer satu di sebuah perusahaan swasta, ada yang menarik kaki, menggergaji kursi, difitnah dengan kebencian-kebencian dan godaan-godaan sejenis. Kadang rasa marah dan dendam suka datang. Syukurnya, godaan-godaan ini berkunjung ketika Tuhan sudah mempersenjatai saya dengan dua penyelamat di atas. Sebagai hasilnya, banyak ramalan orang-orang yang dipatahkan hanya oleh dua prinsip hidup yang sederhana : kesopanan dan sikap rendah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, mirip dengan langit-langit rumah yang membatasi pandangan kita ke angkasa, demikianlah kesombongan menghalangi kesopanan dan sikap rendah hati. Bagi sahabat-sahabat yang sudah demikian kuatnya diikat oleh kesombongan, bahkan mengindentikkan dua penyelamat di atas sebagai "kebodohan dan keluguan". Dan sayapun sudah cukup sering disebut bodoh dan lugu. Tidak mengerti bisnis, buta huruf di bidang keuangan, kurang ngotot dalam mencapai target hanyalah sebagian stempel kebodohan dan keluguan yang pernah dilemparkan ke saya. Mirip dengan parasut yang sudah terikat rapi di badan demikian juga dengan dua penyelamat di atas. Sebanyak dan sesering apapun lemparan-lemparan tidak mengenakkan datang dari orang lain, sebanyak dan sesering itu juga modesty and humility datang sebagai penyelamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan malaikat penyelamat yang dibayangkan banyak orang dan hanya berkunjung dengan syarat-syarat yang berat, dua penyelamat ini bisa sering datang dengan syarat sederhana : latihan. Ya sekali lagi latihan dan hanya latihan. Dan sang hiduppun memberikan tempat dan waktu latihan yang hampir tidak terbatas. Belajar dari cerita di atas, mulailah dengan membebaskan diri dari langit-langit yang bernama kesombongan. Seorang sahabat pernah bertutur, kalau kesombongan tidak menguntungkan siapa-siapa dalam jangka panjang. Kalau mempertinggi ego sesaat tentu saja sulit diingkari. Namun hidup untuk ego, bukankah itu sebentuk kemewahan yang hanya bisa dimaklumi kalau terjadi di masa kanak-kanak ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja ada yang menyebutnya terlalu menyederhanakan, namun begitu langit-langit kesombongan bisa ditembus, maka kesopanan dan sikap rendah hati akan sering datang berkunjung. Dan keduanya tidak saja berkunjung dengan misi sebagai penyelamat, tetapi juga bisa membuat orang hidup penuh keberuntungan. Coba perhatikan apa yang pernah ditulis Chao-Hsiu Chen dalam The Bamboo Oracle : "A friendly heart creates happy people. A happy heart creates lucky people". Jadi, kenapa mesti ragu-ragu. Kalau saya bisa dibuat beruntung oleh kesopanan dan kerendahan hati, Andapun bisa hidup beruntung dengan modal yang sama.*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6666925768281189552?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6666925768281189552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6666925768281189552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6666925768281189552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6666925768281189552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/kita-semua-bisa-beruntung.html' title='Kita Semua bisa Beruntung'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-3078727479456128484</id><published>2009-09-17T02:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:40:52.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesedihan Juga Menawan'/><title type='text'>Kesedihan Juga Menawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebahagiaan yang dicari, kesedihan yang didapat", demikianlah keluhan demikian banyak manusia. Entah itu di gunung atau di pantai, di desa atau di kota, di rumah mewah atau rumah sederhana, berpendidikan tinggi atau berpendidikan rendah, sebagian diisi oleh manusia dengan keluhan seperti ini. Lebih-lebih di rumah Indonesia yang menyimpan demikian banyak pekerjaan rumah dari kepemimpinan sampai dengan pengangguran. Sehingga dalam kesederhanaan pemahaman dapat disimpulkan, dalam banyak komunitas manusia, kesedihan serupa dengan musuh, penyakit, hantu bahkan setan yang menakutkan. Tidak ada pilihan lain selain mengusirnya jauh-jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, siapa saja yang pernah menyelam ke dalam lapisan-lapisan dalam kehidupan - entah melalui pengetahuan, pengalaman apa lagi meditasi - pasti pernah melihat kalau kesedihan bukan lawan (apalagi musuh) kebahagiaan. Kesedihan, di kedalaman renungan seperti ini, juga berfungsi tidak berbeda dengan kebahagiaan. Bukankah kesedihan ada untuk merasakan kedalaman kebahagiaan? Tidakkah ada yang melihat, kalau kebahagiaan kehilangan kedalamannya ketika kesedihan ditolak? Adakah yang pernah merasakan getaran-getaran rasa yang mendalam justru ketika kesedihan meluncur demikian dalamnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sejarah digunakan sebagai sumur-sumur pemahaman, ia menyimpan banyak sekali manusia mengagumkan justru karena pernah menyelam dalam di kedalaman kesedihan. Mahatma Gandhi yang legendaris itu, yang mengusir penjajah secara elegan melalui gerakan-gerakan antikekerasan, melalui masa-masa kesedihan yang amat panjang. Dari masa mudanya yang keras di Afrika Selatan sampai masa tuanya yang tertembak. Dalai Lama yang menyentuh itu, sebagian lebih hidupnya di pengasingan. Kendati hari-harinya berisi kesedihan, kesedihan dan kesedihan, ia tampak semakin kuat melalui senyumannya yang amat khas. Nelson Mandela lain lagi. Dalam kurun puluhan tahun tokoh Afrika Selatan ini dipenjara secara amat mengenaskan. Namun pengalaman yang demikian mengenaskan ini juga yang membuat seorang Nelson Mandela demikian kuatnya. Dan kemudian demikian dikagumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kita mengenal Mohammad Hatta. Sebagian lebih hidupnya berisi terlalu banyak kesedihan. Hidup miskin dan teramat sederhana. Mundur dari singgasana kekuasaan. Kembali ke kehidupan orang biasa dengan menjadi dosen perguruan tinggi setelah lama duduk di singgasana kekuasaan. Salah seorang puterinya bahkan pernah bertutur, kalau gaji pensiunannya tidak cukup digunakan bahkan untuk membayar listrik dan tagihan air minum saja. Namun, bukankah deretan kesedihan ini juga yang membuat Hatta demikian bercahaya hidupnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran bangsa, Jepang mulai bangkit kekuatannya beberapa tahun setelah berenang di tengah samudera air mata berupa dua kotanya dijatuhi bom atom. Amerika menjadi demikian maju karena pada awalnya dibentuk oleh manusia-manusia perantauan yang ditempat asalnya kebanyakan mengalami kesedihan. Negara-negara yang kerap dilanda kesedihan akibat bencana alam seperti Taiwan, seperti menyimpan tenaga hidup yang tidak habis-habisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam totalitas sejarah seperti ini, layak direnungkan kembali menghadirkan wajah kesedihan yang serba hitam, gelap dan buruk. Lebih dari itu, keserakahan untuk hanya menerima kebahagiaan dan membuang kesedihan, tidak saja membuat kebahagiaan berwajah hambar, juga membuat peradaban manusia bergerak dari satu wilayah dangkal ke wilayah dangkal yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinari cahaya terang seperti inilah, maka penyelam-penyelam dalam di samudera kehidupan tidak sedikit yang menyarankan manusia menyelami serangkaian kedalaman kesedihan. Penyair menyentuh yang bernama Kahlil Gibran, yang pernah menghasilkan karya master piece berupa Sang Nabi dengan demikian apiknya menulis: "Tatkala kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan sedang menunggu di tempat tidur!" Psikiater kondang James Scott pernah menyimpulkan kalau jiwa manusia justru jadi kuat setelah melalui serangkaian kesedihan. Penulis jernih Jan Goldstein malah punya pengalaman tangan pertama, kalau duka cita yang mendalam menghasilkan banyak sekali kesucian. Setidaknya itu yang ia ceritakan dalam karya menyentuhnya yang berjudul Sacred Wounds. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Jalaluddin Rumi lebih mengagumkan lagi. Tidak saja pesan-pesannya yang menyentuh, tetapi pilihan bahasanya juga memperterang kejernihan. Dalam salah satu karyanya, Rumi pernah mengandaikan manusia serupa dengan sayur-sayuran. Di alam bebas, sayur-sayuran masih amat mentah. Salah-salah bisa jadi sampah. Namun, melalui hawa-hawa panas dapurlah, sayur-sayuran dibuat menjadi matang, kemudian melangkah meyakinkan menjadi satu dengan kehidupan manusia. Bukankah manusia juga serupa? Awalnya hanya bahan mentah, namun dapur kesedihanlah yang membuatnya menjadi lebih berguna dan bermakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu pojokan karyanya, Rumi seperti tidak memberikan pilihan lain terkecuali mengalami sendiri kesedihan. Terutama bagi manusia yang mau bertumbuh di ladang-ladang rohani. Coba perhatikan salah satu saran Rumi terhadap orang-orang yang ingin menjadi lelaki sejati: "Hanya melalui kesedihan, melalui penderitaan yang disertai dengan kesabaran, manusia bisa bertumbuh menjadi laki-laki sejati." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hamparan kejernihan seperti ini, Indonesia memang masih menyimpan banyak kesedihan, umat manusia pasti masih akan menemui kesedihan, cuman bukankah kesedihan juga yang membawa manusia ke serangkaian kekuatan sekaligus kebahagiaan yang mendalam?*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-3078727479456128484?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/3078727479456128484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=3078727479456128484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3078727479456128484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3078727479456128484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/kesedihan-juga-menawan.html' title='Kesedihan Juga Menawan'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-7343702915480816140</id><published>2009-09-17T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:39:10.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Menuju Kebahagian'/><title type='text'>Kendaraan Menuju Kebahagian</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari sangat sedikit buku yang saya baca pelan-pelan sampai habis adalah buku Dalai Lama bersama Howard C. Cutter yang berjudul The Art of Happiness. Awalnya, buku ini saya baca secara cepat. Akan tetapi, semakin diselami, ia seperti menghadirkan kedamaian tersendiri. Seperti berhadapan dengan manusia dengan tantangan yang amat besar - bayangkan negerinya dianeksasi Cina dalam waktu yang lama - namun masih bisa menyebut diri berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sempat saya dibuat tercenung oleh tokoh perdamaian terakhir. Dan merasakan sendiri, betapa kecilnya saya di hadapan 'raksasa' kehidupan sehebat Dalai Lama. Di manapun kita bertemu tokoh ini, di televisi, di media cetak atau di hampir semua kesempatan, kita senantiasa bertemu dengan mimik muka yang serba tersenyum. Padahal, kehidupannya - sebagaimana dituturkan Cutter - tidak sedikit yang ditandai oleh banjir kesedihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang rahib Tibet yang disiksa dalam tahanan Cina selama lebih dari dua puluh tahun. Orang tua yang menangis karena anaknya dididik di sekolah yang menginjak-injak ajaran dan keyakinan orang Tibet. Bayangkan, bangsa Tibet yang dalam waktu amat lama meyakini tidak boleh membunuh segala sesuatu yang bernyawa, tiba-tiba generasi mudanya disuruh membunuh binatang setiap kali pergi ke sekolah. Dan semakin besar hasil bunuhannya, maka semakin besar juga nilainya di sekolah. Belum lagi penghancuran tempat-tempat suci bangsa Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirangkum menjadi satu, kehidupan seorang Dalai Lama ditandai oleh banjir bandang kesedihan yang demikian dahsyat. Kalau orang biasa seperti saya mengalaminya, mungkin ceritanya menjadi amat lain. Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi saya, apa kendaraan dahsyat yang bisa membawa Dalai Lama sampai dalam tataran kebahagiaan yang sekarang? Sampai sekarangpun saya masih meraba-raba. Yang jelas, sebagai manusia yang hidup di zaman ini, tidak sedikit orang menggunakan materi dan hal-hal eksternal lain sebagai kendaraan menuju kebahagiaan. Perlombaan materi terjadi di mana-mana. Lomba model terakhir, tidak hanya monopoli orang kota. Di desapun perlombaan terjadi. Dari perlombaan materi sampai dengan perlombaan 'spiritual'. Terutama, melalui perlombaan mau disebut paling mengetahui, paling peka dengan sinyal-sinyal Tuhan dan sejenisnya. Bahkan di pojokan tertentu kehidupan beragama juga terjadi perlombaan. Kasus pembunuhan antarumat di Maluku, demikian juga di Yugoslavia hanyalah sebagian kecil dari demikian banyak kasus lomba mau disebut lebih benar. Maka jadilah kita sekumpulan manusia yang menempatkan 'perlombaan' sebagai kendaraan menuju kebahagiaan. Kalau ukurannya adalah pembunuhan yang tidak pernah berhenti, kesengsaraan yang meningkat terus, atau kebencian meningkat serta kasih sayang yang menyusut, maka boleh dikatakan bahwa 'perlombaan' sebagai kendaraan menuju kebahagiaan telah gagal membawa kita ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang hadir di banyak kesempatan, sering kali saya bertemu manusia yang kesepian di keramaian. Atau kelaparan di tengah kekayaan materi yang melimpah. Atau malah dihimpit kebencian di tempat ibadah yang suci dan mulia. Dan secara jujur harus saya katakan ke Anda, sayapun kadang-kadang ditulari penyakit serupa. Serta membuat saya bertanya, dalam struktur sosial seperti apakah kita ini sedang hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat sekaligus guru yang sering memberi inspirasi ke saya pernah bertutur, dunia pencerahan baru kita temukan kalau kita mulai menemukan orang Kristen di Masjid, saudara-saudara Muslim di Vihara, sahabat-sahabat beragama Budha di Pura, atau penganut Hindu di Gereja. Tentu saja maksudnya bukan kehadiran fisik. Namun kehadiran secara persahabatan. Terutama, persahabatan dalam kedamaian dan kebahagiaan. Kalau masih kita merasakan permusuhan dan perlombaan kebenaran di tempat ibadah, saya mau bertanya: masihkah kita layak untuk berdoa dari tempat suci ini? Kembali ke soal awal tentang kendaraan menuju kebahagiaan, bercermin dari ini semua, banyak orang menyimpulkan bahwa perlombaan materi, maupun perlombaan kebenaran, bukanlah kendaraan yang tepat dalam hal ini. Bahkan, telah terbukti menjerumuskan kemanusiaan ke dalam lembah dalam dan mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas punyakah kita kendaraan alternatif? &lt;br /&gt;Bercermin dari kehidupan mulia Dalai Lama, rupanya beliau telah lama tidak menggunakan kendaraan sebagaimana disebutkan di atas. Dengan perjalanannya keliling dunia, bertutur serta berceramah tentang perdamaian ke siapa saja yang mau mendengarkan, bersahabat dengan musuh yang menganeksasi negerinya, ia sedang menunjukkan ke kita tentang kendaraan beliau yang amat lain. Di sebuah kesempatan ia pernah bertanya ke seorang rahib Budha yang baru saja keluar dari penjara Cina selama puluhan tahun. Ketika ditanya, bahaya terbesar yang dihadapi ketika rahib tadi berada di penjara, ia menjawab sederhana: kehilangan rasa perdamaian dengan bangsa Cina. Anda bebas menyimpulkan semua pengalaman ini, namun bagi saya ia memberi inspirasi tentang kendaraan sebagai sarana menuju kebahagiaan. Rupanya, kualitas rangkulan kita bersama kehidupan dan orang lain, bisa menjadi kendaraan menuju kebahagiaan, yang jauh lebih memadai dibandingkan kendaraan manapun. Anda punya kendaraan lain?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-7343702915480816140?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/7343702915480816140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=7343702915480816140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7343702915480816140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7343702915480816140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/kendaraan-menuju-kebahagian.html' title='Kendaraan Menuju Kebahagian'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-527609512011377542</id><published>2009-09-17T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:36:45.427-07:00</updated><title type='text'>Kaya Karena Sederhana</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang kaya, itulah cita-cita banyak sekali orang. Hal yang sama juga pernah melanda saya. Dulu, ketika masih duduk di bangku SMU, kemudian menyaksikan ada rumah indah dan besar, dan di depannya duduk sepasang orang tua lagi menikmati keindahan rumahnya, sering saya bertanya ke diri sendiri : akankah saya bisa sampai di sana ?. Sekian tahun setelah semua ini berlalu, setelah berkenalan dengan beberapa orang pengusaha yang kekayaan perusahaannya bernilai triliunan rupiah, duduk di kursi tertinggi perusahaan, atau menjadi penasehat tidak sedikit orang kaya, wajah-wajah hidup yang kaya sudah tidak semenarik dan seseksi bayangan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelaman saya secara lebih mendalam bahkan menghasilkan sejumlah ketakutan untuk menjadi kaya. Ada orang kaya yang memiliki putera-puteri yang bermata kosong melompong sebagai tanda hidup yang kering. Ada pengusaha yang menatap semua orang baru dengan tatapan curiga karena sering ditipu orang, untuk kemudian sedikit-sedikit marah dan memaki. Ada sahabat yang berganti mobil termewah dalam ukuran bulanan, namun harus meminum pil tidur kalau ingin tidur nyenyak. Ada yang memiliki anak tanpa Ibu karena bercerai, dan masih banyak lagi wajah-wajah kekayaan yang membuat saya jadi takut pada kekayaan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran pencaharian seperti ini, tiba-tiba saja saya membaca karya Shakti Gawain dalam jurnal Personal Excellence edisi September 2001 yang menulis : ?If we have too many things we dont truly need or want, our live become overly complicated?. Siapa saja yang memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul dibutuhkan, kehidupannya akan berwajah sangat rumit dan kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya saya tidak sendiri dalam hal ketakutan bertemu hidup yang amat rumit karena memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul diperlukan. Shakti Gawain juga serupa. Lebih dari sekadar takut, di tingkatan materi yang amat berlebihan, ketakutan, kecemasan, dan bahkan keterikatan berlebihan mulai muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan, bagaimana tidur saya amat terganggu di hari pertama ketika baru bisa membeli mobil. Sebentar-sebentar bangun sambil melihat garasi. Demikian juga ketika baru duduk di kursi orang nomer satu di perusahaan. Keterikatan agar duduk di sana selamanya membuat saya hampir jadi paranoid. Setiap orang datang dipandang oleh mata secara mencurigakan. Benang merahnya, kekayaan materi memang menghadirkan kegembiraan (kendati hanya sesaat), namun sulit diingkari kalau ia juga menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekhawatiran. Kemerdekaan, kebebasan, keheningan semuanya diperkosa habis oleh kekayaan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping merampok kebebasan dan keheningan, kekayaan materi juga menghasilkan harapan-harapan baru yang bergerak maju. Lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Demikianlah kekayaan dengan amat rajin mendorong manusia untuk memproduksi harapan yang lebih tinggi. Tidak ada yang salah dengan memiliki harapan yang lebih tinggi, sejauh seseorang bisa menyeimbangkannya dengan rasa syukur. Apa lagi kalau harapan bisa mendorong orang bekerja amat keras, plus keikhlasan untuk bersyukur pada sang hidup. Celakanya, dalam banyak hal terjadi, harapan ini terbang dan berlari liar. Dan kemudian membuat kehidupan berlari seperti kucing yang mengejar ekornya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berefleksi dan bercermin dari sinilah, saya sudah teramat lama meninggalkan kehidupan yang demikian ngotot mengejar kekayaan materi. Demikian tidak ngototnya, sampai-sampai ada rekan yang menyebut saya bodoh, tidak mengerti bisnis, malah ada yang menyebut teramat lugu. Untungnya, badan kehidupan saya sudah demikian licin oleh sebutan-sebutan. Sehingga setiap sebutan, lewat saja tanpa memberikan bekas yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sahabat yang bertanya, bagaimana saya bisa sampai di sana ? Entah&lt;br /&gt;benar entah tidak, dalam banyak keadaan terbukti kalau saya bisa berada di waktu yang tepat, tempat yang tepat, dengan kemampuan yang tepat. Ketika ada perusahaan yang membutuhkan seseorang sebagai pemimpin yang cinta kedamaian, saya ada di sana. Tatkala banyak perusahaan kehilangan orientasi untuk kemudian mencari bahasa-bahasa hati, pada saat yang sama saya suka sekali berbicara dan menulis dengan bahasa-bahasa hati. Dikala sejumlah kalangan di pemerintahan mencari-cari orang muda yang siap untuk diajak bekerja dengan kejujuran, mereka mengenal dan mengingat nama saya. Sebagai akibatnya, terbanglah kehidupan saya dengan tenang dan ringan. Herannya, bisa sampai di situ dengan energi kengototan yang di bawah rata-rata kebanyakan orang. Mungkin tepat apa yang pernah ditulis Rabin Dranath Tagore dalam The Heart of God : ?let this be my last word, that I trust in Your Love?. Keyakinan dan keikhlasan di depan Tuhan, mungkin itu yang menjadi kendaraan kehidupan yang paling banyak membantu hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keyakinan seperti inilah, maka dalam setiap doa saya senantiasa memohon agar seluruh permohonan saya dalam doa diganti dengan keikhlasan, keikhlasan dan hanya keikhlasan. Tidak hanya dalam doa, dalam keseharian hidup juga demikian. Ada yang mau menggeser dan memberhentikan, saya tidak melawan. Ada yang mengancam dengan kata-kata kasar, saya imbangi secukupnya saja. Ada sahabat yang menyebut kehidupan demikian sebagai kehidupan yang terlalu sederhana dan jauh dari kerumitan. Namun saya meyakini, dengan cara demikian kita bisa kaya dengan jalan sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-527609512011377542?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/527609512011377542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=527609512011377542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/527609512011377542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/527609512011377542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/kaya-karena-sederhana.html' title='Kaya Karena Sederhana'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6659820184172297134</id><published>2009-09-17T02:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T02:34:57.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Katakan Dengan Bunga'/><title type='text'>Katakan Dengan Bunga</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say it with flower, itu ungkapan banyak sekali manusia untuk mengekspresikan cinta, persahabatan, kebersatuan. Tidak saja kalimatnya yang indah dan mudah dicerna, tetapi juga sentuhan yang dihadirkan di balik kalimat "katakan dengan bunga". Ada pojokan-pojokan tertentu dari hati ini, yang seperti tersentuh ketika ada orang lain mengungkapkan sesuatu dengan bunga. Terimakasih, rasa hormat, penghargaan dan hal-hal seperti itulah yang pertama kali muncul dari dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila direnungkan sedikit lebih dalam, rupanya manusia menggunakan bunga dalam banyak sekali kesempatan sebagai sarana yang kebanyakan bersifat positif dan mulya. Mengungkapkan cinta, mengucapkan selamat, menjalin persahabatan, memperindah taman, ekspresi duka cita, menerima tamu terhormat dan sederetan kegiatan positif lainnya. Di beberapa tempat seperti Bali, bunga bahkan digunakan sebagai sarana persembahyangan menuju Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kendati bunga berguna untuk demikian banyak sekali hal, sedikit sekali yang bertanya makna di balik bunga. Kebanyakan orang, senang dan bahagia ketika menerima hadiah bunga, atau dikalungi bunga, namun jarang sekali yang bertanya, adakah bunga bertutur tentang makna? Tersentuh oleh perlambang bunga, sepasang bibir pernah bertanya ke bunga-bunga yang ada di taman : hai bunga suara-suara makna apa yang kau bawa sampai manusia demikian tergoda? Tentu saja bunga tidak bersuara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu waktu ada yang bisa mendengar makna tidak dengan telinga. Rupanya, hampir semua bunga memiliki beberapa ciri yang serupa. Pertama, bunga tumbuh untuk menjadi wakil keindahan. Kedua, ia mekar dengan tugas berbagi bau wangi. Ketiga, bau wangi tadi muncul dari sebuah titik pusat. Keempat, setelah melakukan semua tugasnya, dengan rela dan ikhlas ia kembali pada tugas berikutnya : menjadi pupuk buat Ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mulai dengan ciri pertama bunga sebagai wakil keindahan. Di kebanyakan tempat, di mana bunga-bunga mekar, secara spontan banyak pasang bibir berucap : it"s beautiful! Demikian spontannya, sampai kadang-kadang agak menghentak. Ia seperti menjewer telinga seorang anak kecil yang diingatkan orang tuanya dengan pesan sederhana : jangan lupa, hidup berisi terlalu banyak keindahan! Sehingga bagi sejumlah hidup yang teramat jarang berpapasan dengan keindahan, mungkin banyak manfaatnya untuk merenda makna di taman-taman bunga. Tidak untuk memikirkan yang bukan-bukan, hanya belajar terhubung dengan keindahan melalui salah satu wakilnya yang bernama bunga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tugas bunga berbagi bau wangi juga penuh inspirasi. Semakin dekat sebuah waktu dengan saat mekarnya bunga, semakin banyak bau wangi yang disebarkan bunga. Seperti sedang merenda makna, pertama manusia juga ada untuk berbagi bau wangi. Entah melalui kata-kata yang terucapkan, perilaku yang menyentuh, atau melalui pikiran-pikiran yang jernih, bukankah manusia bisa berbagi bau wangi? Kedua, semakin dekat manusia dengan waktu kematian semakin banyak juga sebaiknya bau wangi yang ditaburkan. Bukankah kematian ada untuk mengingatkan manusia untuk segera berbagi bau wangi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki ciri ketiga bunga, bau wangi datang dari serangkaian (kadang sebuah) titik pusat. Ini juga mau berucap, dari titik pusat itulah manusia bisa berbagi bau wangi. Ada sahabat yang bertanya tentang titik pusat manusia. Dan ada berbagai spekulasi yang pernah muncul. Ada yang menyebut titik pusat sebagai posisi di antara kanan-kiri, benar-salah, teman-musuh dan segala bentuk dualitas lainnya. Ada juga yang mengatakan pengendalian diri sebagai titik pusat. Ada juga yang tidak mau kalah dengan menyebut cinta sebagai titik pusat manusia. Ada penganut mistik yang meletakkan titik pusat dalam keterhubungan (connectedness). Sehingga hidup yang hanya sebuah keterhubungan ini, membuat manusia menyadari kalau dirinya bukan apa-apa (dalam matematika diwakili oleh angka nol). Dan angka nol adalah persegi dengan jumlah persegi yang tidak berhingga. Dengan demikian, adakah yang bisa merajut makna ketidakberhinggaan dari kehidupan bunga yang berbagi bau wangi dari titik pusat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri terakhir bunga adalah keikhlasan meninggalkan bau wangi, serta mengakhiri tugas menjadi wakil keindahan dengan tulus dan ikhlas demi terlaksananya tugas berikutnya. Ini juga pelajaran amat berguna bagi manusia. Ada saatnya, seberapa bagus dan mengagumkanpun tugas manusia (dalam hal bunga adalah menyebar wangi dan mewakili keindahan), kita mesti rela meninggalkannya. Terutama, untuk memperlancar tugas berikutnya, kendati tugas berikutnya tidak sementereng dan semengagumkan tugas sebelumnya. Serupa dengan bunga yang kehidupannya berguna sekaligus penuh makna, bukankah dengan melepaskan yang lama dan menerima yang baru di setiap hari baru, manusia mulai mengepakkan sayap-sayap kebebasan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, yang jelas maafkan saya karena melemparkan terlalu banyak pertanyaan. Bagi sahabat yang biasa disuapi jawaban, ini memang membingungkan. Kendatipun kebingungan itu sendiri tidak selalu negatif. Sebab bisa menjadi pembuka pintu bagi kemungkinan dimasukinya wilayah-wilayah pandangan baru yang segar. Bagi rekan yang biasa menyelami kedalaman pertanyaan, hentakan-hentakan pertanyaan ini memang bukan gawang sepak bola yang bisa menutup perjalanan. Melainkan lebih menyerupai sumur-sumur tanpa dasar yang mesti diselami sendiri-sendiri. Bukankah dengan pertanyaan manusia senantiasa dibukakan pintu pencaharian? ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6659820184172297134?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6659820184172297134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6659820184172297134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6659820184172297134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6659820184172297134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/katakan-dengan-bunga.html' title='Katakan Dengan Bunga'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-4615461051489328921</id><published>2009-09-17T01:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:49:56.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta Karun dari Air Terjun'/><title type='text'>Harta Karun dari Air Terjun</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai macam cara melakukan silaturahmi. Salah satunya melalui SMS. Dan karena keterbatasan waktu dan tenaga, kadang saya mengunjungi sejumlah teman melalui SMS. Pada sebuah kesempatan, salah satu SMS tadi dikirim dengan gambar kupu-kupu diikuti pesan sederhana : "kupu-kupu ini membawa dompet yang isinya tidak pernah habis, yakni persahabatan." Banyak sahabat yang berespon positif dan merasakan diri ini hadir dalam kehidupan mereka sesaat kemudian. Tidak sedikit yang mengatakan tersentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di sebuah kesempatan pernah ada suara Ibu yang marah-marah ke saya akibat pesan SMS di atas. Seperti sedang mewawancarai calon karyawan, ditanyalah saya ke sana dan ke mari. Setelah didengarkan secara sabar, rupanya ia curiga sama suaminya. Dia kira pesan SMS di atas datang dari wanita lain dan nama saya hanya dipinjam sebagai judul tipuan. Dan ditutuplah telepon dengan keras tanpa mengucapkan terima kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit kehidupan dalam kekinian. Di mana kecurigaan, kekakuan, ketakutan sudah menjadi beban berat kehidupan yang digendong orang ke mana-mana. Kalau kemudian, perjalanan kehidupan terasa sangat berat, lebih karena manusia sendiri yang rela menggendongnya ke mana-mana. Tidak hanya Ibu tadi, sayapun pernah menggendong beban-beban berat yang tidak perlu. Ada beban takut masa depan, ada beban khawatir tentang sekolah putera-puteri, ada rasa khawatir ditinggal orang-orang tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, setelah mengunjungi kolam-kolam kejernihan, ada rasa bersalah terhadap masa lalu yang tidak berdosa. Masa lalu yang sebenarnya bersih dan jernih, terpaksa harus kotor karena kesukaan untuk takut, ngotot dan memaksa. Dan ketika lelah, baru mengunjungi kejernihan. Dalam salah satu kunjungan saya pada kejernihan, sebuah buku sederhana berjudul "Zen Path To Harmony" yang berisi kumpulan gambar dan tidak jelas siapa editornya, pernah menghadirkan pesan menyentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang gambar air terjun alami nan indah, buku ini mengutip pendapat Chuang Tzu : "Flow with whatever may happen and let your mind be free : Stay centered by accepting whatever you are doing. This is the ultimate. " Pertama kali pesan ini terbaca mata, ada keindahan, keteduhan dan ketenteraman yang dibawakan air terjun rupanya. Ketika hidup sudah mengalir dengan apa saja yang mungkin terjadi, kemudian dengan modal tadi manusia belajar "terpusat" dengan menerima proses yang sedang terjadi, tatkala itu juga perjalanan sampai di puncak kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir itu modal pertama. Terpusat pada proses yang sedang terjadi, itu modal kedua. Serupa dengan aliran air di sungai, kehidupan tidak saja terus berjalan. Tetapi yang lebih inspiratif, kelenturanlah yang membuat air bisa melewati setiap rintangan. Demikian juga dengan kehidupan. Ada seorang peneliti yang pernah meneliti ciri-ciri kejiwaan orang yang pernah terkena serangan jantung. Rupanya, lebih delapan puluh persen dari lima ratus responden menunjukkan tanda-tanda hidup yang ngotot dan kaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selamanya sikap ngotot dan kaku itu berwajah buruk tentu saja. Banyak kemajuan justru didorong oleh kengototan untuk mencapai tujuan. Cuman, kengototan di semua tempat dan semua keadaan, sungguh sebuah kegiatan yang mencelakakan. Lebih-lebih kalau kengototan itu ditujukan ke orang yang kita temui di cermin setiap harinya. Tidak hanya sering memproduksi penyakit, melainkan juga wajah kehidupan kita hadir di diri sendiri maupun orang lain dengan penuh kerut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut kehidupan mengalir seperti ini sebagai sikap pasrah yang tidak produktif. Dan tentu saja boleh menyebutnya demikian. Cuman, dalam kedalaman kolam kontemplasi, justru dalam mengalir itu sendirilah terletak banyak misteri kehidupan yang tidak bisa diberikan oleh reputasi, harta dan bahkan tahta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih kalau keadaan mengalir tadi dilengkapi dengan keterpusatan pada proses yang sedang terjadi ? dan menyongsong hasilnya hanya dengan kendaraan keikhlasan. Sejumlah sahabat jernih menyebutkan, inilah yang kerap disebut dengan pencerahan. Sangat sedikit orang yang pernah sampai di sana. Dan ternyata, harta karun kehidupan terakhir tersembunyi di setiap air terjun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesadaran seperti ini, tentu saja tidak disarankan untuk meninggalkan pekerjaan, keluarga dan bahkan masyarakat untuk pergi ke air terjun. Air terjun simbolik tadi sebenarnya ada di mana-mana, kita bawa ke mana-mana. Suara-suara jernihnya pun berbisik setiap saat. Cuman, melalui kesukaan orang untuk hidup secara ngotot akan hasil, kemudian telinga-telinga kehidupan menjadi tuli akan suara terakhir. Apa lagi kengototan tadi bertemu dengan pikiran yang tidak pernah terpusat di hari ini. Jadilah ia semacam kombinasi yang berujung pada kehidupan tidak nyata. Jauh dari keseharian, jauh juga dari dari kejernihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani menghakimi kehidupan demikian sebagai kehidupan yang keliru. Hanya merasa sayang saja, kalau harta karun yang demikian berharga, yang tersembunyi di air terjun yang kita bawa kemana-mana, kemudian jadi kekayaan yang terbuang percuma. Lebih dari sekadar sayang karena terbuang, keadaan seperti ini juga yang membuat Kabir pernah tertawa : "Saya tertawa, ikan mati kehausan di dalam air!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-4615461051489328921?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/4615461051489328921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=4615461051489328921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4615461051489328921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4615461051489328921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/harta-karun-dari-air-terjun.html' title='Harta Karun dari Air Terjun'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-41989793252689250</id><published>2009-09-17T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:45:04.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Garis Hidup Anda'/><title type='text'>Garis Hidup Anda</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis: GedePrama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna. Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 = 2 + 5 + 1 + 2 + 1 + 9 + 8 + 8 = 36 = 3 + 6 = 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Misi hidupnya adalah untuk bisa selalu independen. Ada dua bagian dalam proses mencapai hal ini: pertama, Anda harus belajar untuk berdiri di atas kedua kaki dan tidak tergantung pada orang lain. Kemudian setelah Anda benar-benar bebas dan independen, belajarlah untuk menjadi pemimpin. Banyak jenderal, pemimpin perusahaan, dan politikus mempunyai angka "Garis Hidup" 1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mempunyai angka garis hidup satu ini selalu mempunyai potensi yang hebat untuk menjadi pemimpin, tapi mereka bisa gagal bila menjadi pengikut. Banyak dari mereka yang menghabiskan sebagian besar berusaha melepaskan ketergantungan mereka pada orang lain, tapi ini justru menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk memperoleh kesenangan yang didapat dari keindependenan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan garis hidup 1 harus keluar dari lingkungan yang membuat mereka mudah untuk tergantung, dan sulit untuk independen. Mereka yang mempunyai angka garis hidup 1 penuh dengan inspirasi kreatif, dan memiliki antusiasme dan dorongan untuk mencapai banyak hal. Semangat dan potensi tersebut datang dari kedalaman kekuatan yang dimiliki. Baik fisik maupun karakter. Dengan kekuatan ini, muncul kegigihan dan kemampuan untuk memimpin. Sebagai pemimpin alami, Anda&lt;br /&gt;mempunyai pengaruh untuk mengambil alih tiap situasi. Terlalu percaya diri dan tidak sabaran. Sangat orisinil, Anda berbakat sebagai seorang penemu atau inovator. Dalam tiap pekerjaan yang Anda pilih, sikap independen Anda akan terlihat. Anda memiliki keinginan-keinginan pribadi yang sangat kuat, dan Anda selalu merasa harus mengikuti keyakinan Anda sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang dengan angka garis hidup 1 ini belum berevolusi dengan baik, dan menunjukkan sisi negatifnya, justru yang tampak adalah sisi karakternya yang tergantung pada orang. Jika berada pada titik terburuknya, energi angka 1 ini bisa membuatnya menjadi egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karakter positif dari mereka yang tanggal lahirnya berjumlah 2 adalah kepekaan yang umumnya memiliki kemampuan halus untuk bersikap adil dan seimbang. Anda bisa melihat banyak sudut pandang dalam tiap argumen atau situasi, dan karenanya orang-orang akan mencari Anda sebagai penengah. Dalam peran ini, Anda mampu menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara yang berkelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perhatian yang tulus terhadap orang lain, Anda berpikir yang terbaik tentang mereka, dan ingin yang terbaik bagi orang lain. Anda jujur dan terbuka dalam pikiran, ucapan maupun tindakan. Anda cenderung berhasil dalam segala kegiatan kelompok, tempat Anda mempraktekkan kemampuan untuk menggabungkan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang. Etiket dan diplomasi merupakan cara Anda berhubungan dengan orang setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah manusia rutinitas yang merasa nyaman untuk selalu mengikuti kebiasaan lama. Hal-hal baru untuk dicoba bukanlah kesukaan Anda. Tapi Anda adalah seorang master dalam berkompromi dan mempertahankan harmoni dalam lingkungan, tidak suka merendahkan diri untuk berargumen. Seorang kolektor alami, dalam arti jarang membuang benda-benda yang (walaupun bagi orang lain sudah pasti dibuang) masih ada gunanya bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatif angka garis hidup 2 ini tidak terlalu membawa masalah. Halangan dan kesulitan terbesar yang bisa Anda temui adalah kepasifan dan suatu kondisi apatis dan kelambatan. Juga sikap pesimis dan bisa hanya sedikit hal-hal yang dicapainya. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa mereka dengan angka ini, jika sisi negatifnya yang lebih dominan, tidak cocok dalam dunia bisnis dan walau karakter positifnya&lt;br /&gt;menonjol sekalipun, mereka lebih suka dalam lingkungan yang akrab dan kurang kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang jumlah angka hari lahirnya 3, ekspresi, sosialisasi, dan kreativitas sebagai pelajaran yang harus ditempuh dalam hidupnya. Entertainer kelas dunia, orangorang yang berkilau dan optimistik termasuk di dalamnya. Orang-orang dengan garis hidup 3 yang telah mengasah bakatnya mempunyai bakat kreatif yang istimewa, biasanya dalam verbal, tulisan, akting, atau semacamnya. Misi yang harus dicapainya dalam hidup adalah kesuksesan dalam berekspresi. Sisi cerah bagi orang-orang ini bertema harmoni, keindahan dan kesenangan, serta membagi kemampuan kreatif Anda dengan dunia. Mengasah kemampuan Anda dalam ekspresi kreatif adalah misi tertinggi bagi angka garis hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter mereka hangat dan bersahabat, pembicara yang baik, sosial dan terbuka. Pembicara yang trampil dalam arti bukan hanya seseorang yang menyenangkan untuk didengar, tapi lebih penting lagi, seseorang yang mampu untuk mendengarkan. Mereka adalah individu-individu yang selalu diterima dengan baik dalam setiap situasi sosial, dan juga mengerti bagaimana membuat orang lain merasa diterima. Potensi imajinasi kreatif selalu ada, walaupun bisa berupa hal yang laten, karena mereka tidak selalu tergerak untuk mengembangkan potensi ini.&lt;br /&gt;Sikapnya melihat kehidupan hampir selalu positif, dan pembawaannya riang dan terbuka. Anda bisa menghadapi banyak halangan dalam hidup dengan efektif dan langsung kembali bersemangat. Anda mempunyai tata krama yang baik dan tampaknya cukup peka akan perasaan dan emosi orang lain. Hidup dijalani sepenuhnya, seringkali tanpa kekhawatiran akan hari esok. Anda tidak terlalu pandai menangani perihal keuangan karena tidak menganggap penting hal itu. Uang akan dibelanjakan saat Anda punya, dan tidak dikeluarkan saat Anda tidak ada uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatifnya, sikap mereka dalam hidup bisa sangat ringan sampai membuatnya jadi superfisial. Kemampuan Anda seringkali tersebar dan jadi kehilangan fokus. Mereka dengan angka garis hidup 3 ini adalah teka-teki, dan Anda seringkali berganti mood dan cenderung menghindar. Sulit bagi Anda untuk menetap di satu tempat. Jaga agar tidak selalu mengkritik orang, tidak sabaran, ataupun terlalu optimistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis hidup 3 ini memberikan kemampuan di atas rata-rata dalam seni. Baik melukis, disain interior, lansekap, menulis, musik, teater, ataupun mampu seluruhnya. Anda selalu gembira, penuh inspirasi, dan selalu mencari stimulasi dari orang-orang yang sealiran. Sifat Anda yang ramai itu mendukung Anda untuk bisa melesat, apalagi jika Anda mampu memfokuskan energi dan talenta Anda pada minat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila jumlah angka dalam ulang tahun Anda 4, berarti Anda bisa dipercaya, praktis, dan membumi. Anda adalah anggota masyarakat yang bisa diandalkan. Misi dalam hidup adalah belajar untuk mendapat perintah-perintah atau tugas dan melaksanakannya dengan dedikasi dan keuletan. Anda selalu mengharap banyak dari diri sendiri sama seperti Anda mengharap banyak dari orang lain. Sebagai organisator dan perencana yang hebat karena kemampuan Anda melihat persoalan dengan cara praktis, Anda mempunyai kemauan kuat yang seringkali disalahtafsirkan sebagai sifat keras kepala. Sekali sebuah keputusan dibuat, akan langsung dilanjutkan sampai mencapai konklusi, walaupun itu salah, benar, ataupun netral. Pola pikir Anda tidak mudah untuk berubah dan begitu yakin dalam cara Anda menangani persoalan. Cara Anda yang ulet dalam mencapai tujuan hampir seperti obsesi. Setia dan mengabdi, Anda merupakan pasangan ideal dalam kehidupan perkawinan dan juga partner bisnis yang bisa diandalkan. Mungkin tidak banyak teman-teman Anda, tapi sangat erat dan sekali bersahabat biasanya sepanjang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis hidup 4 ini berhubungan dengan elemen bumi yang memberikan kekuatan dan perasaan realistis. Jika kesabaran dan kegigihan merupakan sifat Anda sehari-hari, maka kesuksesan besar akan didapatkan dalam hidup. Sisi negatif dari 4 ini adalah sikap yang terlalu dogmatis, berpandangan sempit, dan represif atau tidak fleksibel terhadap gagasan baru. Anda tidak suka pada orang-orang yang superfisial, dan Anda sendiri terlalu terbuka dengan semua perasaan Anda. 4 yang negatif punya kecenderungan buruk untuk terlibat terlalu dalam dengan rutinitas sehari-hari dan sering kurang tanggap dengan hal-hal yang lebih luas sehingga tidak jarang kehilangan banyak kesempatan besar yang sekali-sekali datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Sebaliknya dari 4, Anda tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan. Orang-orang dengan garis hidup 5 ini adalah komunikator hebat, dan tahu bagaimana memotivasi orang lain. Hal ini membuat Anda guru yang baik. Cinta akan petualangan merupakan tema hidup Anda. Bisa dalam bentuk nyata ataupun hanya dalam pikiran. Apapun itu, Anda selalu antusias untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Banyak potensi Anda, tapi tidak mempunyai arah. Juga seringkali tidak jelas akan keinginan Anda sendiri. Energi yang ada dalam angka garis hidup 5 ini, jika digunakan secara salah menjadikan Anda tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam tugas maupun pengambilan keputusan dalam kehidupan rumah tangga maupun bisnis. Kesukaan pada sensasi dan petualangan bisa menjadikan diri Anda mengutamakan kepuasan diri dan tidak peka pada perasaan orang-orang di sekitar Anda. Bagi mereka yang berada di titik ekstrim negatif, angka garis hidup 5 ini sangat tidak bisa diandalkan dan menomorsatukan diri sendiri. Bagi sebagian besar, kepribadian ini sangat hedonis, suka bersenang-senang, hidup untuk hari ini, dan tidak mau memikirkan esok hari. Penting bagi Anda untuk bergaul dengan orang yang mempunyai selera dan pola pikir yang tidak jauh berbeda, serta hindari orang-orang serius dan banyak menuntut. Juga penting untuk memilih pekerjaan yang menantang pikiran Anda dan bukannya tugas-tugas yang rutin. Karir terbaik adalah yang berurusan dengan banyak orang, tapi yang terpenting adalah Anda harus punya kebebasan untuk mengekspresikan diri Anda setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan nomer 5, karakter garis hidup 6 yang paling menonjol adalah rasa tanggung jawab yang besar. Anda idealis, dan bahagia jika berguna bagi orang lain. Sumbangan terbesar yang Anda berikan dalam kehidupan ini adalah memberikan advis, pelayanan dan dukungan. Garis hidup ini temanya adalah kepemimpinan karena kemampuannya dalam memberi teladan dan kesediaan untuk bertanggung jawab. Hal ini menjadikan Anda selalu bersedia menanggung beban kelompok dan siap untuk menolong. Anda seringkali terdorong untuk bertindak dengan kekuatan dan belas kasihan. Anda simpatik, dan senang berbagi dengan orang lain, baik membantu dalam hal mental maupun materi. Kebijaksanaan, keseimbangan, dan pengertian adalah beberapa karakter Anda. Kemampuan Anda memahami masalah orang lain, dan ini sudah menjadi karakter Anda sejak kecil, sehingga tidak ada masalah dalam berhubungan dengan orang tua maupun muda. Anda bersedia untuk mengeluarkan tenaga lebih dari yang diminta, dan selalu bisa diandalkan oleh keluarga. Realistis memandang hidup, bagi Anda yang terpenting dalam hidup adalah rumah, keluarga dan teman-teman. Tentu ada sisi negatif pada tiap orang, bagi garis hidup 6 ini, Anda harus menghindari kecenderungan terlalu banyak menerima tanggung jawab dan diperbudak oleh orang lain. Selain itu, hindari terlalu banyak mengkritik (diri sendiri maupun kepada orang lain). Jika karakter buruknya terpupuk, maka ada kecenderungan untuk berlebih-lebihan, dan merasa paling benar sendiri, walaupun tidak selalu berkembang seperti ini. Juga harus dihindari, memaksakan pendapat sendiri dan mengurusi masalah orang lain. Karena selalu merasa harus bertanggung jawab, maka beban yang dibawanya akan terasa sangat berat, walaupun begitu, jika sekali-sekali Anda terpaksa tidak merasa bertanggung jawab, Anda akan sangat merasa bersalah dan akan memberi dampak yang merusak bagi hubungan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam setiap hal yang Anda temukan. Seorang intelektual, ilmiah, dan selalu mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. Angka ini juga bersifat spiritual dan sejak kecil sudah menunjukkan kebijaksanaan. Anda butuh ketenangan agar bisa mengenali isi hati Anda. Keramaian, banyak orang, bukan hal yang disukai. Dalam bekerja, Anda akan mengerjakannya sampai selesai, karena Anda seorang perfeksionis yang mengharapkan tiap orang memenuhi standar performa yang tinggi. Anda mengevaluasi situasi dengan cepat dan benar. Pengalaman-pengalaman dan intuisi memandu Anda dalam bertindak. Anda tidak mudah percaya pada saran orang lain. Memang dugaan-dugaan Anda seringkali tepat, dan karena Anda tahu benar akan hal ini, Anda selalu mengikutinya. Mudah bagi Anda untuk mengetahui adanya kebohongan dan Anda bisa mengenali mana orang-orang yang jujur, mana yang tidak. Tidak banyak teman Anda, tapi sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda sama sekali bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup di jaman yang jauh sebelum masa sekarang. Jika energi angka 7 dalam garis hidup ini digunakan secara negatif, Anda menjadi seorang pesimis, tidak pedulian, mudah berselisih, dan penuh rahasia. Bila individu ini tidak menjalani hidup dengan benar dan tidak belajar dari pengalaman, Ia menjadi sebuah pribadi yang sulit karena tidak bisa memikirkan kepentingan orang lain. Kepribadian garis hidup 7 ini egois dan manja. Jika Anda merasa memiliki sifat-sifat ini, sulit untuk menghapusnya dengan mudah karena Anda merasa bahwa sudah seharusnya dunia selalu memperlakukan Anda dengan baik. Untungnya, sifat negatif 7 ini bukanlah karakter yang umum. Emosi angka ini seringkali ekstrim, berada di titik rendah pada satu saat, kemudian tinggi di saat berikutnya. Jarang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fokus Anda adalah mendapatkan kepuasan yang didapat dari dunia kebendaan. Garis Hidup 8 adalah orang-orang yang percaya diri, kuat, serta sukses dalam materi. Anda independen, penuh dorongan dan kompetitif. Rutinitas Anda sehari-hari meliputi hubungan-hubungan bisnis, praktis dan membumi, sedikit sekali waktu untuk impian-impian dan khayalan. Bila ambisi, kemampuan organisasi, dan pendekatan Anda yang efisien itu terasah, tidak ada hal yang tidak bisa Anda capai.&lt;br /&gt;Fokus Anda kebanyakan mengenai uang dan kekuatan manipulasi yang ada di dalamnya. Garis hidup 8 ini mungkin yang paling menganggap penting status dan kelas, sebagai suatu hal yang berdampingan dengan kesuksesan materi. Jika karakter 8 ini berkembang dengan benar, Anda diberkahi dengan potensi hebat untuk menciptakan gagasan-gagasan yang maju, serta juga keuletan dan kemandirian untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dengan semua karakter itu Anda sangat siap untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau area lain yang bersifat pertandingan. Anda tahu benar bagaimana mengelola diri dan lingkungan Anda. Praktis dan stabil dalam usaha mencapai tujuan-tujuan, Anda punya keyakinan yang membuat Anda berani Sifat negatif mereka dengan garis hidup 8 kadang-kadang bisa seperti diktator dan seringkali menahan antusiasme dan usaha dari teman-teman di lingkungannya. Juga, kuatnya kepribadian tersebut malah membuat berkurangnya perasaan dekat Anda terhadap orang-orang sekitar. Keuntungan materi dan penghargaan menjadi hal paling penting, sehingga keluarga, rumah, dan kedamaian hati justru terabaikan. Perasaan emosional sering ditekan dalam diri garis hidup 8 yang negatif. Hal ini menimbulkan rasa terasing dan kesendirian. Anda harus mencoba untuk selalu menghargai&lt;br /&gt;pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Garis Hidup 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat utama mereka yang angka garis hidupnya 9 adalah: rasa kasih pada sesama dan sikap yang sangat humanis. Ini adalah misi yang harus Anda pelajari dalam hidup. Biasanya angka ini menghasilkan individu yang sangat dipercaya dan pribadi terhormat, juga seorang individu yang tidak punya sifat rasialis dalam bentuk apapun. Tentu saja, semua ini terlihat seperti daftar sifat yang terlalu sempurna, tapi Anda memang seseorang yang berperasaan peka bagi mereka yang kurang beruntung dibandingkan diri Anda. Dan jika Anda ada dalam posisi yang bisa membantu, akan Anda lakukan. Anda sangat peka dan memandang sekitar diri Anda dengan rasa kasih. Anda dengan angka garis hidup yang tertinggi ini berada pada posisi kehidupan yang tinggi dan dengan sendirinya mempunyai banyak tanggung jawab. Tujuan hidup garis hidup 9 ini bersifat filosofis. Hakim, pemimpin spiritual, penyembuh dan pendidik, seringkali mempunyai energi 9 ini. Keuntungan materi tidak terlalu penting, walaupun kualitas kepribadian beberapa dari Anda sedemikian istimewanya sehingga menghasilkan penghargaan secara materi yang luar biasa. Untuk kebaikan banyak orang, Anda seringkali harus bersikap tidak mengutamakan diri sendiri dan melepaskan hal-hal kebendaan. Bahkan orang-orang bergaris hidup 9 yang tidak terlalu istimewa saja memiliki pribadi yang sangat berbelas kasih. Keinginan untuk menolong orang, khususnya yang bermasalah dan kurang beruntung, sangat kuat. Kebaikan Anda juga sering disalahgunakan dan Anda juga tidak jarang dikecewakan oleh orang lain. Pemahaman Anda yang dalam terhadap kehidupan terkadang terealisasi dalam bentuk seni dan literatur. Dengan garis hidup ini Anda sanggup mengekspresikan perasaan emosi terdalam dengan melukis, menulis, musik, atau bentuk seni yang lain. Tapi sering juga ada kesulitan untuk menemukan media yang tepat sebagai jalan hidup Anda. Profesi menolong dan menyembuhkan adalah pilihan yang tepat bagi mereka dengan angka garis hidup 9. Anda kurang tepat untuk berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Anda punya kemampuan untuk berteman dengan mudah, karena orang-orang tertarik pada kepribadian Anda yang terbuka dan seperti magnet. Anda diberi berkah oleh Tuhan berbentuk kemampuan untuk memahami orang, yang jika digunakan dengan benar bisa sangat bermanfaat bagi orang lain. Perhatian pada orang lain membuat diri Anda sangat sosial. Orang-orang dengan mudahnya menyukai mereka dengan angka garis hidup 9 karena Anda simpatik, toleran dan berwawasan luas. Anda seorang romantis dan dalam cinta dan gairah, bagaikan tersesat di jalan yang benar. Membina hubungan justru sulit bagi Anda, karena tidak mudah untuk mendapatkan keseimbangan yang paling tepat. Kalau pasangan sama seperti Anda, yaitu mempunyai sifat memberi, maka hubungan tersebut akan bahagia dan bertahan, tapi sulit secara materi. Di lain sisi, bila Anda memilih individu yang membumi dan mementingkan materi, masalah akan timbul. Seperti halnya dengan angka garis hidup lain, nomer 9 mempunyai sisi negatifnya. Walaupun tentu orang-orang yang cenderung ke titik negatif 9 lebih sedikit dari yang karakter positifnya besar. Biasa bagi mereka untuk menentang arus realitas dan tantangan yang ada di dalamnya. Mungkin sulit bagi Anda dengan 9 yang negatif, untuk percaya bahwa sifat memberi serta tidak adanya ambisi pribadi bisa sangat membahagiakan. Harus disadari dan diterima bahwa kepuasan dan kebahagiaan-kebahagiaan kecil jangka panjang bisa diperoleh dengan mengasah sifat manusiawi yang alami dalam garis hidup ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-41989793252689250?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/41989793252689250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=41989793252689250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/41989793252689250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/41989793252689250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/garis-hidup-anda.html' title='Garis Hidup Anda'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-7123417437490860042</id><published>2009-09-17T01:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:40:30.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedamaian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bicara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biarkan'/><title type='text'>Biarkan Kedamaian Bicara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka waktu yang amat lama, wacana publik kita ditandai oleh kekerasan yang memperkuda kedamaian. Tidak hanya setelah republik ini merdeka, jauh sebelumnyapun sejarah kita sudah ditandai oleh wajah-wajah kekerasan di sana-sini. Di Jawa Barat sana, banyak orang yang tingkat penghormatannya lebih rendah di bandingkan daerah Jawa lainnya terhadap nama Gajah Mada. Apa lagi yang ada di balik ini semua kalau bukan sejarah kekerasan. Sejarah masa penjajahan apa lagi. Bercak dan aliran darah ada di mana-mana. Dulunya, setelah kemerdekaan direbut dan pembangunan dijalankan, diharapkan bercak dan aliran darah bisa dihilangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, baik di masa orde lama, orde baru, bahkan sampai sekarangpun ia masih menjadi berita di hampir setiap media. Ambon, Poso, Aceh, Irian Jaya, Jakarta hanyalah sebagian saja dari sekian banyak kekerasan mengerikan, tapi menjadi santapan wacana yang digemari. Belum lagi ditambah dengan kekerasan-kekerasan tersembunyi lainnya. Industri keuangan dan perbankan yang dirampok orang di sana-sini. Uang negara yang dijarah dari dulu hingga sekarang. Hubungan industrial yang ditandai banyak demonstrasi, pemogokan, pembakaran dan sejenisnya. Dan deretan panjang kekerasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mana yang lebih mewakili. Sejarah manusia yang memang membawa kekerasan ke mana-mana, atau karena publik lebih tertarik dengan topik-topik kekerasan. Yang jelas, sulit diingkari kenyataan, semakin banyak berita kekerasan muncul dalam wacana publik, semakin laris medianya, serta semakin banyak orang mau membaca dan terlibat wacana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin sudah mahfum, beberapa tokoh publik dan organisasi masyarakat - kalau tidak mau dikatakan kebanyakan - malah 'mendulang' hasil dari kekerasan. Buktinya, setelah kekerasan muncul, mereka muncul sebagai pahlawan, penyelamat, bahkan ada yang menjadi penguasa baru. Kadang saya malah bertanya penuh keraguan, tidakkah rezim yang sedang berkuasa ini adalau output dari mesin raksasa yang bernama kekerasan ? Kalau mesinnya mesin kekerasan, adilkah kalau kita mengharapkan output kedamaian dari sana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jawab sendirilah pertanyaan-pertanyaan penuh keraguan tadi. Yang jelas, dengan resiko ditertawakan orang, ada tidak sedikit orang yang berharap agar kedamaian diberi kesempatan untuk berbicara. Boleh saja dia tidak menarik selera wacana banyak orang. Tidak membuat media menjadi laris manis. Tidak juga menghasilkan pahlawan dan penyelamat. Akan tetapi, bukankah menjadi hak azasi setiap orang untuk hidup damai ? Dibandingkan terlalu banyak bertanya, mari kita sama-sama ulas persoalan dianaktirikannya kedamaian oleh kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang diteropong oleh Naisbitt masuk ke dalam kotak spirituality yes, formal religion no, mungkin menyebut agama telah gagal. Mereka yang antikekuasaan akan menunjuk hidung kekuasaan sebagai biang keladi. Pemerhati pendidikan lain lagi, mereka menuduh lembaga terakhir sudah tidak berfungsi lagi sebagai pembawa misi perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya meneropong persoalan ini di tingkat individu. Ada sebuah kualitas pribadi yang berperan besar dalam memproduksi kekerasan. Dia bernama Aku. Dalam keakuan, banyak sekali hal yang sebenarnya berasal dari kedamaian sekalipun, bisa berubah menjadi kekerasan. Bibit-bibit keakuan terakhir bisa bersumber dari keyakinan dan perasaan benar, harga diri yang tinggi, keserakahan akan harta dan tahta, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan sepasang suami isteri yang sudah sejak lama hidup damai di hutan tanpa gangguan berarti. Suatu hari, ada kebutuhan untuk sekali-sekali bertengkar satu sama lain. Dan sepakatlah mereka untuk memulai pertengkaran. Sang isteri berkata dengan nada membentak : 'ini ketela kesukaanku !'. Dan suaminya berfikir sejenak, kemudian menjawab dengan penuh kesabaran : 'ya itu memang kesukaanmu, dan marilah kita makan sama-sama seperti biasa'. Maka, batallah pertengkaran yang sudah direncanakan terlebih dahulu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ilustratif ini menunjukkan, keakuan memang sudah menjadi sumber pertengkaran di mana-mana. Namun, kesediaan dan kesabaran untuk senantiasa awas dengan keakuan tadi, sudah dan akan terus membantu proses menuju kedamaian. Bedanya dengan kekerasan yang datang tanpa diundang, kedamaian memerlukan 'undangan' khusus agar dia datang. Demikian khususnya, sehingga memerlukan biaya yang amat besar. Salah satu laporan majalah Fortune - maaf saya lupa edisinya - pernah melaporkan sebuah kecenderungan yang mereka sebut dengan the new corporate mystiques. Ternyata, apa yang mereka sebut dengan mistik-mistik baru dunia usaha adalah kecenderungan sejumlah raksasa usaha di sana, untuk mengundang sejumlah rahib Buda sebagai pelatih. Bukan untuk mengajak orang masuk agama Buda. Melainkan, mengajari ekskekutif hidup dalam kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian - demikian mereka meyakini - adalah syarat utama dari produktivitas. Dalam kedamaian, kita bisa melakukan dan mencapai lebih banyak hal. Mirip dengan keluarga di rumah, apa yang bisa kita capai kalau setiap hari isinya hanya pertengkaran? Ada yang bertanya, bukankah kedamaian akan lebih terasa nikmatnya kalau kita pernah mengalami kerusuhan ? Tentu saja. Sebab, kehidupan merupakan hasil dari dialektika. Dan dialektika terakhir, sulit diharapkan berhasil optimal kalau salah satunya jauh lebih dominan dibandingkan yang lain. Mirip dengan kehidupan kita sekarang-sekarang ini, terutama dengan hadirnya kekerasan di banyak pojokan ruang publik. Akankah kita biarkan kedamaian menjadi kuda bisu yang ditunggangi kekerasan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-7123417437490860042?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/7123417437490860042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=7123417437490860042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7123417437490860042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7123417437490860042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/biarkan-kedamaian-bicara.html' title='Biarkan Kedamaian Bicara'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-8357442495091630431</id><published>2009-09-17T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:35:33.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bebas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><title type='text'>Bebas dari Manajemen</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penulis : Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ketika duduk di bangku perguruan tingggi, namun masih amat hijau dalam pengalaman memimpin perusahaan. Terus terang, saya mengalami kesulitan dalam menemukan jembatan penghubung antara apa yang disebut Chris Argyris dari Harvard dan Donald Schon dari MIT sebagai espoused theory (teori yang mendukung) dan theory in used (teori yang betul-betul dipakai di lapangan). Demikian juga ketika mau memahami apa yang disebut Howard Gardner - dalam Frames of Mind - sebagai knowing that (pengetahuan ekspilisit yang biasanya terdiri dari rangkaian prosedur) dan knowing how (pengetahuan implisit yang menjadi jiwa eksekusi di lapangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama berada di lapangan yang relatif steril dari teori-teori sekolahan, semakin mudah saya membangun jembatan antara dua bentuk pengetahuan yang ternyata tidak mudah disatukan ini. Sekolah memang amat fasih membekali kita dengan espoused theory atau knowing that. Namun, dengan seluruh keterbatasan sekolah, ia lumpuh saat dituntut untuk membekali orang untuk menguasai sekaligus theory in used atau knowing how.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemikir sekaligus pemimpin puncak perusahaan, cukup lama saya menunggu sampai menemukan ah ha ! effect. Dan efek terakhir, persis seperti knowing how yang bersifat tacit alias tidak terucapkan, amat dan teramat sulit untuk mentransfernya melalui kata-kata tulisan maupun lisan. Persis seperti menerangkan teori berenang, menyetir mobil, naik sepeda, main gitar atau mengetik. Di tingkat knowing that, semuanya bisa diwakili oleh kata-kata yang mudah ditulis, dituturkan dan dipahami. Sebut saja menyetir mobil. Mulailah dengan memposisikan persneling dalam posisi netral. Kemudian, start mesin, injak kopling, masukkan persneling satu, dan seterusnya. Akan tetapi, membuat knowing that tadi ke dalam knowing how (baca : bisa menyetir&lt;br /&gt;mobil, berenang, mengetik atau main gitar), diperlukan jembatan yang lama membangunnya, dan berbeda dari satu orang ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh lain, setiap pemula dalam mengendarai sepeda selalu dihantui oleh ketidakyakinan untuk bisa menaiki sepeda. Dicoba memulaipun, akan senantiasa ditandai oleh kesalahan dan sejumlah kebodohan. Tidak jarang terjadi malah membawa resiko kecelakaan yang tidak kecil. Akan tetapi, begitu melewati jam terbang bersepeda tertentu - dan ini berbeda dari satu orang ke orang lain - maka secara otomatis kegiatan bersepeda menjadi mudah dan biasa. Ini juga terjadi dalam mengetik, Dulu, ketika memulai mengetik, saya mencari huruf dan angka satu per satu. Begitu semuanya menjadi biasa, jari-jari seperti memiliki mata dan menemukan huruf dengan mudah dan cepatnya. Dalam bahasa psikologi, it's unconsciously constructed. Atau secara espoused theory, semuanya menjadi bisa dicapai ketika sesuatu itu menjadi kebiasaan. Persis seperti kesempurnaan ayunan stik golf Tiger Wood yang dibiasakan sejak ia berumur dua setengah tahun. Dan sesederhana apapun sebuah espoused theory, ia tetap tidak bisa menggantikan proses pengalaman yang harus terjadi dalam diri setiap learner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua berarti, rangkaian pengalaman (knowing how) yang sifatnya amat pribadi dan unik, memiliki sifat dan karakter yang berbeda dengan teori sekolahan (knowing that). Asumsi sekolah manajemen yang saya tahu, knowing that bisa mempercepat terinternalisasinya knowing how. Dan ini sudah menjadi keyakinan sekolah manajemen dalam kurun waktu yang amat lama. Harvard dengan kebanggaannya akan metode kasus, Cambridge yang meyakini pentingnya teori, atau INSEAD yang mencoba menggabungkan keduanya, hanyalah sebagian kecil bukti dari argumen terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sinilah letak seninya manajemen. Ia tidak pernah menampakkan wajah tunggal yang menjemukan. Namun, senantiasa indah berwarna-warni seperti pelangi. Dalam kasus tertentu, asumsi sekolah manajemen di atas memang ada benarnya. Dalam kasus yang lain, knowing&lt;br /&gt;that bukannya mempercepat malah membelenggu proses menuju knowing how. Saya sendiri mengalaminya. Di tingkatan di mana inovasi dan kreativitas menjadi satu-satunya sumber energi kemajuan, knowing how tidak memerlukan kehadiran dan pacuan knowing that. Dalam banyak keadaan terjadi, knowing that bahkan menjadi racunnya knowing how. Atau, lebih baik tidak tahu knowing that-nya manajemen, dibandingkan tahu tapi diperangkapnya kita sampai beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di titik ini, kalau Krishnamurti pernah membawa orang ke dunia Freedom From The Known, saya berharap bisa membawa Anda ke dunia Freedom From Management. Sebuah semesta berfikir, di mana semua filter manajemen sudah bersih dari kepala. Dan fresh mind hadir di hampir semua kesempatan. Mirip dengan ikan Arwana yang diletakkan bersama-sama ikan kecil yang siap disantapnya dalam satu aquarium. Namun, di tengahnya disekat dengan kaca tembus pandang. Setiap hari ikan Arwana tadi mau makan ikan kecil tadi. Dan setiap kali itu juga ia bertabrakan dengan kaca penyekat. Setelah sekian waktu berlalu, dan ikan Arwana kelihatan capek dan kesakitan menabrak kaca, bukalah sekat kaca di tengah tadi. Bisa diramalkan, ikan Arwana tidak berani memakan ikan kecil tadi. Demikian juga ikan kecil yang tidak berani menyeberangi bekas sekat kaca tadi. Nah, kalau ikan Arwana fikirannya perlu dibebaskan dari sekat yang membelenggu, kitapun perlu segera membebaskan diri dari sekat-sekat manajemen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-8357442495091630431?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/8357442495091630431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=8357442495091630431' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8357442495091630431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8357442495091630431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2009/09/bebas-dari-manajemen.html' title='Bebas dari Manajemen'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6184944933321630178</id><published>2008-12-30T19:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-30T19:46:25.840-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selamat Tahun Baru 2009'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2009</title><content type='html'>Semoga jiwa-jiwa penuh dengan kejernihan di tahun 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6184944933321630178?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6184944933321630178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6184944933321630178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6184944933321630178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6184944933321630178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/selamat-tahun-baru-2009.html' title='Selamat Tahun Baru 2009'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-8953808307623513506</id><published>2008-12-21T17:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:12:17.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENDENGARKAN BAMBU BICARA'/><title type='text'>MENDENGARKAN BAMBU BICARA</title><content type='html'>Oleh: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, lama saya memendam keingintahuan, kenapa banyak lukisan-lukisan yang datang dari Cina dan Jepang berlatar belakang pohon bambu ? Sampai-sampai sempat bertanya ke sana ke mari. Dan rasa ingin tahu ini sedikit terobati ketika bertemu buku dengan judul The Bamboo Oracle karangan Chao-Hsiu Chen. Karya jernih ini bertutur banyak tentang kebijakan-kebijakan Confusius melalui simbul-simbul bambu. Rupanya, pohon yang menarik perhatian saya ini, menyimpan banyak sekali simbul dari sifat-sifat mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah sifat bambu yang tidak memiliki bunga dan buah. Tidak sama dengan pohon lainnya yang senantiasa sombong dengan bunga dan buahnya, bambu tetap berdiri tegak tanpa sumber kesombongan terakhir. Semua ini seperti sedang mengingatkan kita manusia, hasil dalam kehidupan, kalau dibiarkan menjadi kekuatan pendikte kesombongan dan kecongkakan, maka mudah sekali membuat orang ‘berakar ke luar’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan bambu yang berakar kuat ke dalam, orang-orang yang didikte kesombongan dan kecongkakan, amat dan sangat tergantung pada komentar, pendapat, pujian dan makian orang lain. Dan sebagaimana semua kita tahu, di kaki langit manapun, dengan sikap dan prestasi setinggi apapun, pujian dan makian orang akan senantiasa datang mengikuti. Sehingga kalau pujian dan makian orang yang digunakan sebagai barometer keberhasilan, maka siklus naik dan turun akan senantiasa ikut bersama kita. Ketika dipuji naik siklusnya, tatkala dimaki turun mood-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, tidak sedikit manusia yang hidupnya dibuat lelah karena senantiasa mendaki dan menuruni siklus pujian dan makian. Dibandingkan lelah naik turun, orang-orang seperti Kabir (salah seorang seniman besar India), memilih untuk berakar ke dalam persis seperti bambu. Dalam kehidupan yang berakar ke dalam, energi utama yang mendorong perubahan dan kehidupan bukan lagi pujian dan makian orang lain, namun kenikmatan untuk senantiasa bersyukur dalam melakukan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan anak-anak sekolah yang pergi tamasya dan di dalam perjalanan selalu bernyanyi ‘di sini senang, di sana senang’, demikianlah kira-kira kehidupan orang-orang yang berakar ke dalam. Kabir bahkan pernah menyarankan untuk tidak perlu pergi ke taman, gunung, pantai dan tempat rekreasi lainnya. Sebab, di dalam sini sudah tersedia keindahan dan kenikmatan yang tidak terbatas jumlahnya. Dan kalau rekreasi ke luar kita membayar mahal, rekreasi ke dalam biayanya amatlah murah secara materi. Hanya diperlukan duduk, hening, syukur dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan bambu yang kuat dan kokoh karena berakar ke dalam, demikian juga kehidupan banyak orang yang berakar ke dalam. Tidak ada satupun kekuatan pendikte dari luar yang bisa merobohkannya. Sayang sekali, kehidupan manusia modern tidak mau mendengarkan bambu, untuk kemudian berakar ke luar. Sebagai hasilnya, kebencian, peperangan, penderitaan dan sejenisnya, datang tanpa mengenal rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah tragedi meledaknya World Trade Centers New York yang dibumi hanguskan oleh teroris 11 September 2001 lalu, yang belakangan membuka pintu kebencian yang amat mencekam, apa lagi penyebab utamanya kalau bukan kehidupan yang berakar ke luar. Dengan judul-judul seperti memberi pelajaran pada adi kuasa, menegakkan martabat bangsa, ada orang yang bahkan rela mati dan menghancurkan surga di dalam diri, hanya untuk mengundang decak kagum orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping berakar kuat ke dalam, bambu juga senantiasa hidup dalam keheningan dan kerendahhatian. Lihatlah ketika angin bertiup, ia hanya bergesek-gesek kecil dengan sahabatnya, dan kemudian menimbulkan suara desis yang hening. Dan hening terakhir adalah sejenis kualitas yang sudah lama hilang dari dunia manusia, untuk kemudian diganti dengan kekisruhan, dendam dan sejenisnya. Berbeda dengan dendam dan kekisruhan lain yang mengenal kotak dan pagar-pagar pemisah, keheningan ala bambu sudah lama membuang kotak dan pagar-pagar terakhir. Ketika angin lembut datang, ia berdesis hening, ketika angin ribut datang ia juga berdesis hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah sedang mengingatkan, hanya dengan keheninganlah kejernihan pandangan bisa dipertahankan. Ketika peledakan gedung WTC New York baru terjadi, sebagai pribadi hati sayapun menangis, sambil berharap inilah saatnya bagi Amerika untuk menunjukkan kedigdayaannya yang sebenarnya. Ketika itu, lewat dalam bayangan saya sebagai manusia, George W. Bush berpidato penuh senyum : ‘Kita amat terpukul dan berduka dengan kejadian ini. Namun, karena kita bangsa besar, inilah saatnya untuk menunjukkan pada dunia kebesaran kita. Di mana dalam kebesaran dan kedigdayaan, kebencian tidaklah sepantasnya dilawan dengan kebencian, kedengkian tidaklah selayaknya direspons dengan kekisruhan pikiran’. Setidak-tidaknya itulah prediksi saya tentang pidato Bush di hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, prediksi saya tentang pidato Bush salah besar. Kedigdayaan Amerika yang dibangun dalam kurun waktu lama bahkan dijatuhkan oleh serangkaian kebencian dan kekisruhan. Ketika tulisan ini dibuat, wajah dunia memang terbelah. Sebagaimana cerita kehidupan yang berakar ke luar, ada yang memuji Amerika, ada juga yang mencaci Amerika. Dan memang demikianlah hakekat kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bebas memilih sikap dalam hal ini, dan saya memilih untuk duduk hening mendengarkan suara-suara bambu. Dan sebagaimana disarikan secara ringkas oleh Chao-Hsiu Chen, bambu senantiasa silent, modest, deeply rooted. Hening, sopan dan berakar ke dalam. Setidak-tidaknya demikianlah cita-cita saya dalam perjalanan panjang yang bernama kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-8953808307623513506?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/8953808307623513506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=8953808307623513506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8953808307623513506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8953808307623513506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/mendengarkan-bambu-bicara.html' title='MENDENGARKAN BAMBU BICARA'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6553051594612702601</id><published>2008-12-21T17:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:11:29.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL'/><title type='text'>MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL</title><content type='html'>Oleh: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis film tontonan yang kerap saya lihat dulu ketika berumur masih amat muda, adalah perjalanan sejumlah orang mencari harta karun di tempat yang amat jauh. Menarik, seru dan menegangkan, itulah alasan kami ketika itu duduk di bioskop atau di depan tv ber jam-jam. Menarik, karena menghadirkan pengalaman perjalanan yang disertai pemandangan daerah pedalaman yang indah. Seru, sebab disertai adegan-adegan yang susah ditebak arahnya. Menegangkan, terutama karena serangkaian tantangan berat senantiasa menghadang di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, tidak pernah terbayangkan sedikitpun kalau perjalanan hidup ini amat serupa dengan perjalanan mencari harta karun. Menarik, tentu saja karena pemandangan-pemandangan yang hadir di depan mata demikian bervariasi. Demikian menarik dan asiknya, sampai-sampai ada banyak sekali orang yang tidak sadar kalau satu tahun sudah berlalu. Atau tiba-tiba baru sadar kalau umur sudah tua, terutama setelah melihat putera-puteri beranjak dewasa. Disamping mengasikkan, ada tidak sedikit manusia yang amat takut kematian. Apa lagi sebabnya kalau bukan karena daya tarik sang hidup yang demikian memikat. Disamping menarik, perjalanan sang hidup juga seru, sebab tidak jarang terjadi kita harus ‘berperang’ dengan banyak kekuatan. Ada perang melawan diri sendiri, ada perang melawan ketidakjujuran, ada perang melawan ketertindasan, dan masih banyak lagi perang lainnya. Dan terakhir tentu saja juga menantang, secara lebih khusus karena tidak seorangpun tahu bagaimana persisnya wajah masa depan. Tiba-tiba tanpa persiapan memadai ia hadir di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, kalau dalam film-film di atas, jelas dan tegas harta karunlah yang digunakan sebagai sasaran buruan. Dalam perjalanan kehidupan, sasaran buruannya disamping berbeda dari satu orang ke orang yang lain, juga bergerak dan berubah sejalan dengan kedalaman renungan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang sekumpulan manusia yang seluruh hidupnya hanya digunakan mencari harta dan tahta. Dan bahkan sampai di ujung kehidupanpun masih menangisi harta yang ditinggalkan. Di bagian lain, ada juga manusia yang sama sekali tidak perduli akan harta dan tahta. Satu-satunya yang ia perdulikan hanyalah perjalanan menuju Tuhan. Di antara dua kutub ekstrim ini, kadang ada sisa-sisa renungan yang tercecer. Sekaligus menghadirkan pertanyaan mendasar, apakah yang kita cari dalam perjalanan hidup yang demikian melelahkan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak melelahkan, saya menghabiskan hampir dua puluh tahun duduk di bangku sekolah formal. Bergelut dengan kehidupan kerja hampir enam belas tahun. Berkelana dalam kehidupan pernikahan yang banyak godaan telah delapan belas tahun. Tidak sedikit di antaranya diwarnai air mata kesedihan, perang hati nurani, bahkan kadang mengancam nyawa. Dalam rangkaian perjalanan seperti ini, sangat layak kalau bertanya ulang, apa yang kita cari ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai di tataran pemahaman mana perjalanan Anda sejauh ini, tetapi semakin saya selami dan dalami, semakin saya tahu kalau hidup adalah sebuah perjalanan ke dalam diri. Berbeda dengan harta karun yang harus kita cari, dan membawa kemungkinan terbukanya sebuah penemuan, harta karun kehidupan ada pada proses belajar. Ya sekali lagi ada pada proses belajar. Bukan pada tujuan akhirnya. Ini penting untuk dipahami dan didalami, karena perjalanan menemukan diri sendiri adalah sejenis perjalanan yang tidak mengenal garis finish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada titik akhirnya inilah, maka saya menaruh banyak hormat kepada sejumlah pilosopi timur yang menekankan pentingnya hidup di hari ini (living in the now). Tidak sekadar hidup berfoya-foya dan menghabiskan kenikmatan tentunya. Melainkan, hidup penuh kesadaran dan rasa syukur. Pada kesempatan lain, saya memang pernah mengutip tingkatan-tingkatan manusia ala seorang sahabat pengusaha. Dari manusia bodoh, pintar, licik sampai dengan manusia beruntung. Dan konon manusia beruntunglah yang tidak bisa dikalahkan oleh manusia licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada pentingnya hidup penuh kesadaran di hari ini, ada manusia yang lebih berbahagia dibandingkan manusia yang beruntung, yakni manusia yang tidak lagi terikat pada apapun. Ketika dipuja karena berada di atas, ia yakin harta dan tahtalah yang dipuja orang. Tatkala dihina karena jatuh ke lumpur kehidupan, ketiadaan harta dan tahta yang membuatnya jadi demikian. Dengan kata lain, diri ini yang sebenarnya tidaklah pernah disentuh pujian dan makian. Oleh karena itu, kenapa mesti gembira ketika dipuji dan menangis ketika dimaki ? Demikianlah pilihan sikap manusia-manusia langka yang sudah bebas dari keterikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu kekuatanpun yang bisa mendikte orang jenis terakhir. Ketika sibuk dalam kerja ia menikmati kerjanya dengan suka cita. Tatkala PHK menghadang ia habiskan waktunya untuk belajar pilosopi dan agama. Mana kala anak-anak masih kecil, kita ajak mereka hidup dalam tawa dan canda. Dan bila mereka sudah besar dan mandiri, kalau dibantu hidup syukur, kalau tidak dibantu bisa jadi jalan hidup sudah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup yang tidak lagi dibelenggu keterikatan, yang ada hanyalah kebebasan dan keikhlasan di depan Tuhan. Entah Anda setuju entah tidak, sampai dengan perjalanan hidup saya sekarang, inilah berkah dan harta karun terbesar yang pernah diberikan ke saya. Dengan kerendahan hati di depan Tuhan, saya hanya bisa berucap lirih : "terima kasih Tuhan !".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6553051594612702601?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6553051594612702601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6553051594612702601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6553051594612702601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6553051594612702601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/menemukan-harta-karun-termahal.html' title='MENEMUKAN HARTA KARUN TERMAHAL'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-5349879369122037384</id><published>2008-12-21T17:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:10:33.938-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENSYUKURI NERAKA'/><title type='text'>MENSYUKURI NERAKA</title><content type='html'>Penulis: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut sama neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur harus diakui, sayapun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi surga-neraka, sebagaimana kita tahu, memang memiliki banyak sekali manfaat. Cuman, sebagaimana wajah dualitas manapun, konsepsi surga-neraka membuat tidak sedikit manusia kemudian "berdagang" dengan kehidupan. Sebagai akibatnya, manusia kehilangan keikhlasan sebagai kekuatan kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita tentang sebuah desa yang tidak berhasil memotong pohon besar mengganggu. Karena berbagai peralatan tidak berhasil membuat pohon tumbang, dicurigai pohon ini ditunggui mahluk dengan kekuatan metafisik tertentu. Dicarilah orang "pintar" yang bisa membantu. Ternyata, ada orang berpenampilan sederhana yang bisa memotong pohon tadi dengan gergaji biasa. Orang terakhir hanya memotong pohon tadi dengan kalimat permulaan yang berbunyi : "dengan keikhlasan di depan Tuhan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kinerja orang sederhana ini terdengar ke banyak tempat. Di samping karena kekaguman masyarakat, juga kerena hadiah besar yang telah diterimanya. Di desa seberang yang memiliki problema yang serupa kemudian memanggilnya. Dan setelah memotong pohon dengan teknik dan alat yang sama, ternyata berkali-kali hanya berujung kegagalan. Ada yang berubah, katanya setelah berulang kali gagal, hadiah rupanya melenyapkan keikhlasan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang hanya sebuah cerita, namun layak direnungkan kalau keikhlasan bukanlah sumber kelemahan. Ia sejenis tenaga dalam yang bisa membuat manusia jadi demikian perkasa. Terinspirasi dari banyak cerita-cerita sufi, demikian juga dari puisi-puisi Gibran dan Rumi, serta kualitas pemimpin-pemimpin yang masih berkuasa ketika badannya sudah disebut meninggal oleh dokter, keikhlasan sudah menjadi tema kehidupan yang kuat sejak dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas kedua yang dibuat lenyap oleh konsepsi surga-neraka, adalah kekuatan-kekuatan yang bisa dihadirkan oleh keseharian yang penuh dengan "neraka". Masalah, godaan, tantangan, persoalan adalah rangkaian hal yang ditakuti banyak manusia sebagaimana mereka menakuti neraka. Semakin sedikit wajah neraka seperti ini yang hadir, semakin baik bagi para pengagum surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kehidupan bertutur dan bercerita lain. Sebagaimana pernah dituturkan secara apik oleh M. Scott Peck dalam The Road Less Travelled, mereka-mereka yang menakuti neraka ternyata tumbuh jadi manusia lemah dan lembek. Sebagian bahkan terkena penyakit kejiwaan yang menyedihkan. Di bagian awal buku inspiratif ini Scott Peck menulis : "This tendency to avoid problems and emotional suffering inherent in them is the primary basis of all human mental illness?. " Kecenderungan untuk lari dari masalah dan penderitaan adalah fundamen utama dari kondisi mental yang tidak terlalu sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari sini, neraka tidaklah seburuk bayangan banyak orang. Dalam lapisan-lapisan kejernihan yang lebih dalam, neraka adalah tempat pemurnian. Sebuah tempat di mana sampah-sampah kehidupan diolah menjadi pupuk-pupuk berguna. Sebutlah masalah keseharian seperti dimarahin atasan. Sesaat memang membuat yang bersangkutan kesal, tetapi kemarahan atasan sedang membuatnya jadi kuat. Atau memiliki isteri yang cerewetnya minta ampun, ia memang sengaja hadir untuk membuat sang suami jadi sabar. Demikian juga dengan masalah lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, lari dari persoalan memang enak sebentar, tetapi ia membawa dampak jangka panjang yang negatif. Meminjam argumen Scott Peck dalam karya di atas, kesukaan untuk lari dari masalah dan tanggung jawab adalah ciri utama dari manusia-manusia yang terkena penyakit character disorder. Lebih dari sekadar terkena penyakit kejiwaan tadi, tantangan dan masalah sebenarnya serupa dengan tangga-tangga kedewasaan dan kematangan. Semakin tinggi dan besar masalahnya, itu berarti kaki sang hidup sedang melangkah di tempat yang juga tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga (baca : kebahagiaan) memang udara kehidupan yang indah dan segar, tetapi ia terasa jauh lebih indah dan segar jika seseorang pernah melalui tangga-tangga neraka. Serupa dengan lingkaran Yin-Yang yang di belah dua, awalnya memang ada beda jelas dan tegas antara surga dan neraka. Surga itu berisi senyuman, neraka berisi tangisan. Namun, di tingkatan-tingkatan kejernihan, sekat dan pemisah tadi sudah tidak ada. Suka-duka, tangisan-senyuman, sukses-gagal hanyalah aliran kehidupan yang datang dengan peran masing-masing. Persis seperti siang yang berganti malam dan juga sebaliknya, setiap pergantian berjalan tenang dan tenteram. Dan jangan lupa, kualitas hidup di dalam diri seperti ini hanya bisa dicapai oleh manusia yang mendalami hakekat syukur akan adanya neraka.*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-5349879369122037384?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/5349879369122037384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=5349879369122037384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5349879369122037384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5349879369122037384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/mensyukuri-neraka.html' title='MENSYUKURI NERAKA'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-53329409878649498</id><published>2008-12-21T17:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:09:36.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MERENDAH ITU INDAH'/><title type='text'>MERENDAH ITU INDAH</title><content type='html'>by &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : 'kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu". Dengan jengkel turis tadi bergumam : 'dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan (trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal : trust capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaran ketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya : tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja : bagaimanakah reaksi Anda ? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, 'seperti sentimen, benci, dan sejenisnya ', menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif 'sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya' menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun 'termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila' bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongi pekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang pilosopi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung web site saya mengutip Rabin Dranath Tagore : 'kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati'. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-53329409878649498?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/53329409878649498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=53329409878649498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/53329409878649498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/53329409878649498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/merendah-itu-indah.html' title='MERENDAH ITU INDAH'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-2250179483138182439</id><published>2008-12-21T17:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:08:25.588-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU'/><title type='text'>MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU</title><content type='html'>Oleh:&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung, kita masih diberi sisa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda punya kenangan tersendiri dengan tahun 2001, demikian juga saya. Ada sejumlah catatan dan jejak waktu yang tertulis dalam sejarah saya di tahun 2001. Ada kejadian diangkat menjadi presiden direktur sebuah perusahaan swasta dengan dua ribuan karyawan di awal tahun, dan di akhir tahun diangkat lagi oleh sang kehidupan untuk menjadi presiden direktur sebuah perusahaan dengan empat puluh ribuan karyawan. Ada juga catatan-catatan yang menyedihkan seperti pernah diteror orang, didatangi karyawan yang marah sambil mengancam manajernya dibunuh di depan saya. Dan masih ada lagi catatan lain yang terlalu panjang untuk diceritakan. Boleh saja ada orang yang berdecak kagum, atau menyimpan kebencian setelah melihat catatan ini. Namun, bagi saya pribadi ada yang jauh lebih membanggakan dari diangkatnya saya oleh sang kehidupan dua kali di tahu 2001 di posisi tertinggi. Setelah mencoba beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2001 saya berhasil menemani sahabat-sahabat muslim berpuasa sebulan penuh. Inilah prestasi yang paling saya banggakan di tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan kejadian sebelumnya, di mana sejumlah sahabat mengira saya seorang kristiani ketika banyak menulis soal cinta dan kasih sayang, ada juga yang mengira saya seorang buddis ketika mereka tahu kalau saya seorang vegetarian, demikian juga dengan kegiatan berpuasa sebulan tadi. Bawahan di kantor yang biasa melayani saya membelikan makan siang, ada yang berbisik kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Tentu saja semuanya hanya saya jawab dengan senyuman. Dan ada yang lebih penting dari sekadar memasukkan kegiatan-kegiatan membanggakan ini ke dalam kotak dan judul tertentu. Yakni, bagaimana sang waktu diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada anggota keluarga – terutama isteri – yang kasihan melihat saya menempuh jalan-jalan kehidupan seperti ini. Dulu, ketika berada pada kehidupan yang amat di bawah dan amat jarang bisa membeli daging, bermimpi bisa makan daging setiap hari. Sekarang, ketika membeli daging bukan lagi menjadi sebuah kegiatan yang teramat sulit untuk dilakukan, tiba-tiba saya memutuskan hubungan dengan kegiatan makan daging. Dulu, ketika makan adalah sebuah kemewahan dan hiburan yang amat menyenangkan. Sekarang ketika membeli makanan adalah sebuah perkara kecil, malah berpuasa dalam waktu sebulan. Demikianlah kira-kira isteri saya kadang mengeluh di rumah. Dan semua keluhan ini hanya saya jawab dengan senyuman sederhana plus kalimat sederhana : mumpung masih diberi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan lagu indah Ebiet G. Ade yang berjudul ‘Masih ada waktu’, hidup memang sebuah perjalanan abadi. Hanya karena kehendakNya, kita masih bisa melihat matahari. Ebiet memberikan kita sebuah alternatif yang layak untuk direnungkan : bersujud. Satu spirit dengan saran bersujud ala Ebiet, Kahlil Gibran dalam The Prophet pernah menulis : ‘your daily life is your temple and your religion’. Kehidupan sehari-hari Anda adalah tempat sembahyang sekaligus ‘agama’ Anda. Sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai-bingkai Ebiet dan Gibran, mungkin lebih menyentuh hati orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agamanya, tetapi mengisi waktu-waktunya dengan cinta dan kasih sayang. Atau orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan-keteladanan kehidupan yang mengagumkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari pemikiran-pemikiran orang seperti Ebiet dan Gibran inilah, saya merelakan diri hidup dalam jalur-jalur yang oleh kebanyakan orang disebut menyengsarakan. Tidak untuk gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir sang hidup dengan catatan-catatan waktu. Dan ketika suatu waktu putera puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seorang penulis yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tertentu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang hanya mengenal bersujud di depan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang bergaul ke mana-mana, kerap saya diberikan banyak kartu nama oleh banyak orang, lengkap dengan jabatan mentereng di bawah nama yang bersangkutan. Ini membuat saya berimajinasi, kalau suatu saat saya bisa memiliki sebuah kartu nama, di mana di bawah nama saya ada jabatan yang bisa mewakili kesukaan saya untuk bersujud di depan Tuhan. Mimpi ini muncul di kepala karena teringat oleh salah satu tulisan Gibran dalam The Prophet : "beauty is life when life unveils her holy face" (kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap). Dan saya berterimakasih bisa mengetahuinya ketika Tuhan masih memberi cukup waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-2250179483138182439?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/2250179483138182439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=2250179483138182439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2250179483138182439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2250179483138182439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/mumpung-masih-diberi-waktu.html' title='MUMPUNG MASIH DIBERI WAKTU'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-1294203142561804918</id><published>2008-12-21T17:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:07:24.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pada Akhirnya Hanya Keindahan'/><title type='text'>Pada Akhirnya Hanya Keindahan</title><content type='html'>Penulis: Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perjalanan (termasuk perjalanan hidup) sering diganggu oleh pertanyaan nakal sekaligus usil : di mana dan bagaimana akhirnya ? Disebut nakal dan usil karena pertanyaan ini juga yang membuat manusia buru-buru, tidak sabar, mudah memberi judul gagal. Untuk kemudian, membiarkan hampir setiap pengalaman keseharian kehilangan keindahannya. Seperti berjalan ke Bandung lewat Puncak misalnya. Karena tidak sabar dan buru-buru maka keindahan pemandangan berupa hijaunya daun teh, hamparan pemandangan yang berujung pada kota Jakarta sampai dengan hawa dingin, segar dan sejuk, hilang begitu saja tanpa sempat dinikmati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa juga terjadi dengan kehidupan. Setiap langkah yang buru-buru dan tidak sabar mau segera sampai di tujuan, membuat terlalu banyak keindahan yang hilang. Seperti memakan sebatang pisang. Ketika buru-buru tidak saja hadir kemungkinan lidah tergigit, tetapi juga banyak keindahan yang hilang. Memakan pisang (demikian juga hidup) tujuannya bukanlah menghabiskan pisangnya secepat dan sesingkat mungkin. Melainkan menikmati setiap gigitan dan kunyahan. Setiap gerakan mulut sebenarnya menghadirkan keindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup juga tersedia terlalu banyak sahabat yang buru-buru. Ketika lulus sekolah, buru-buru mau bekerja. Setelah bekerja, buru-buru mau jadi direktur. Setelah jadi direktur buru-buru mau jadi presiden direktur. Setelah jadi presiden direktur, baru terasa kalau banyak sekali yang hilang. Tawa canda sahabat ketika masih di bawah dulu. Ketulusan dan kejujuran orang lain ketika masih jadi orang bisasa. Teman-teman sekeliling yang datang hanya untuk berteman, tanpa motif yang kotor-kotor. Pelukan dan ciuman anak istri yang dulu sering hadir karena waktu bersama yang melimpah. Dan setelah menoleh seperti ini, baru sadar kalau dalam langkah-langkah hidup yang buru-buru, banyak sekali yang hilang di belakang. Dan diganti oleh kekinian dan masa depan yang kering, gersang dan penuh ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinari oleh kesadaran seperti inilah, mulai banyak pejalan kaki di dunia kejernihan berhenti buru-buru. Bukannya berhenti berusaha, sekali lagi bukan. Melainkan berhenti buru-buru dan berhenti diganggu oleh pertanyaan usil dan nakal : di mana dan bagaimana akhirnya ? Kemudian bersahabat serta berpelukan mesra dengan kekinian yang suci. Berjalan tetap berjalan, melangkah ke tujuan juga masih, cuman tidak ada keindahan dalam kekinian yang dibiarkan berlalu tanpa rasa syukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Anda yang sedang membaca tulisan pendek ini. Kesimpulan akhirnya memang belum ketahuan. Rangkaian makna yang bisa mengendap ke dalam juga belum tahu. Apa lagi derajat perubahan yang ditimbulkan karena membaca tulisan ini, masih jauh. Cuman ada suara tarikan nafas masuk dan hembusan nafas keluar yang berbunyi dan bertutur tentang sesuatu. Ada kekayaan badan sehat yang perlu disyukuri. Ada kursi empuk yang menyangga dengan setianya. Dan masih banyak lagi yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat-sahabat yang sudah belajar berpelukan mesra dengan masa kini yang suci, kemudian ada kekuatan yang mendidik untuk memasuki wilayah surrender (ikhlas). Berbeda dengan pikiran yang serakah memilih sukses di atas gagal, benar di atas salah, baik di atas buruk, keikhlasan ia tidak saja tidak memilih, bahasanya hanya satu : semuanya sudah, sedang dan akan berjalan sempurna ! Salah seorang sahabat yang sudah sampai di sini bernama Eckart Tolle. Dalam karyanya yang berjudul Stillness Speaks ia menulis : sometimes surrender means giving up trying to understand and becoming comfortable with not knowing . Ikhlas bisa berarti berhenti berusaha untuk mengerti. Bahkan ketika tidak tahupun masih merasa aman dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, kesimpulan ini agak menghentak. Terutama pada zaman di mana manusia baru merasa aman dan nyaman ketika tahu, tiba-tiba ada yang mengatakan belajar aman dan nyaman ketika tidak tahu. Dan ternyata ada benarnya. Tidak semua segi hidup bisa diketahui. Tiga pertanyaan penting kehidupan (dari mana saya datang sebelum lahir, kenapa ada di sini, kemana pergi setelah mati) menyimpan bagian-bagian gelap yang tidak bisa diketahui. Ilmu pengetahuan sudah berjalan demikian jauh, teknologi sudah bekerja demikian keras, tetapi toh jawaban terhadap ketiga pertanyaan tadi belum bisa disepakati sepenuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya, begitu manusia terbiasa aman dan nyaman dalam ketidaktahuan, pintu-pintu keindahan seperti terbuka si sana-sini. Jangankan ketika makan enak, menarik dan menghembuskan nafaspun ada yang indah. Jangankan ketika berlimpah rezeki, tanpa ada limpahan rezekipun masih ada yang bersyukur di dalam sini. Jangankan ketika sehat, tatkala sakitpun masih bisa melihat makna. Jangankan ketika naik pangkat, tatkala pensiunpun tersisa berlimpah keindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat yang pernah sampai di sini bernama James Redfield. Dalam sebuah karyanya yang menawan yang berjudul The Secret of Shambala , ia menulis : focus on the beauty, and begin to breath in the energy within . Ketika manusia terfokus pada keindahan, dan menarik energi di dalam melalui nafas, di mana-mana hanya tersisa keindahan, keindahan dan hanya keindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lapisan-lapisan keindahan yang lebih dalam, Hazrat Inayat Khan pernah mengemukakan, bukankah keindahan adalah bahasa Tuhan ? Ketika topeng keindahan dibuka, bukankah yang tersiasa hanya kesucian ? Tatkala semuanya hanya keindahan, bukankah ada yang terlahir kembali ? ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-1294203142561804918?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/1294203142561804918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=1294203142561804918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1294203142561804918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1294203142561804918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/pada-akhirnya-hanya-keindahan.html' title='Pada Akhirnya Hanya Keindahan'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-5968645760427179515</id><published>2008-12-21T16:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T17:03:58.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN'/><title type='text'>PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN</title><content type='html'>Oleh: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang anak yang lahir di desa kecil yang kampung dan kumuh di desa Tajun, Bali Utara sana, salah satu pembangkit imajinasi dan inspirasi saya ketika itu adalah bunyi pesawat terbang yang lewat. Apa lagi kalau ada helicopter yang lewat dan terbang rendah di atas desa. Sepertinya, ada tataran kehidupan dan pengetahuan yang tidak mungkin dijangkau ketika itu. Di tataran kehidupan, bagaimana mungkin kami anak desa yang berjalan tanpa alas kaki, ke sekolah tidak berbekal buku dan pensil, bisa naik pesawat terbang dan helicopter. Di tataran pengetahuan, tidak bisa dijelaskan pikiran ketika itu, bagaimana besi yang sayapnya tidak bergerak tetapi bisa terbang tinggi dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak teman masa kecil yang ditanya soal ini, semakin kita dibuat bingung. Sebagai hasilnya, terciptalah jurang pengetahuan dan jurang kehidupan yang demikian lebar antara kami sebagai anak desa dengan mahluk asing yang bernama pesawat dan helicopter. Hanya karena keingintahuan yang tinggi, serta nafsu besar untuk mendaki tangga-tangga kehidupan, maka saya jelajahi semua jurang pengetahuan dan kehidupan ini. Ada orang yang menjelajahinya dengan cara yang lain, dan saya menjelajahinya melalui jalur-jalur pengetahuan. Sampai-sampai bea siswa membawa saya menjelajahi pengetahuan sampai ke Inggris dan Prancis sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jauh jalan-jalan setapak yang ada pada jurang tadi yang sudah saya jalani. Kelokannyapun berjumlah tidak terhitung. Apa lagi halangan dan tantangannya. Namun, setelah demikian banyak tangga-tangga pengetahuan dan kehidupan sudah dijalani, ternyata pengetahuan dan kehidupan yang dulu saya nilai tinggi dan canggih ternyata memiliki banyak wajah. Ada wajah canggih dan mengagumkan memang. Terutama kalau kita berhasil dibawanya ke tingkatan-tingkatan kejernihan dan pencerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di bagian lain pengetahuan juga memiliki wajah-wajah yang menakutkan. Hakekat pengetahuan manusia yang senantiasa relatif, relatif dan relatif, membuatnya bisa berbelok ke tempat lain. Disamping menjadi produsen kejernihan, pengetahuan juga memproduksi kepalsuan-kepalsuan. Lebih-lebih pengetahuan yang dibungkus rapi oleh kepintaran, kecerdikan, dan kerakusan yang bertopeng keikhlasan. Ia tidak saja mengotori penglihatan, tetapi juga bisa menjungkirbalikkan realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja wacana di dunia politik yang demikian kisruh. Itu tidak dibuat oleh orang-orang desa yang kumuh dan lugu. Namun, diproduksi secara amat meyakinkan oleh serangkaian orang dengan modal pengetahuan yang meyakinkan. Atau perhatikan dinamika antarmanusia yang terjadi di perusahaan-perusahaan mentereng. Di tataran bawah yang bermodal pengetahuan paspasan, semuanya serba jernih dan jujur. Ia sejernih kaca cermin yang utuh dan bersih. Namun di tataran atas, di mana semua kepala sudah dilengkapi pengetahuan-pengetahuan tingkat tinggi, ada memang kejernihan yang tersisa, namun tidak sedikit kepalsuan yang diproduksi oleh pengetahuan dan kepintaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalami sendiri bagaimana rasanya dikelilingi oleh kepintaran dan pengetahuan yang memproduksi kepalsuan. Dengan judul-judul menakjubkan seperti ‘demi perusahaan’, ‘demi Tuhan’, ‘karena empati’ dan judul-judul sejenis, maka diputarlah kejernihan realita ke dalam rangkaian realita yang menguntungkan sang pelapor. Untuk kemudian, merampok dan memperkosa kejernihan. Di tingkatan seperti ini, pengetahuan dan kepintaran sudah menjadi produsen kepalsuan yang demikian meyakinkan. Sebuah wajah pengetahuan yang tidak terbayangkan ketika saya baru mulai melakukan penelusuran di awal. Kadang mulut ini bergumam penuh kekhawatiran. Namun, jika didalami substansi pengetahuan manusia yang senantiasa relatif, wajah pengetahuan seperti ini memang tidak bisa dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar sepenuhnya akan batas-batas serta resiko pengetahuan yang serba relatif terakhir, maka ada semacam kebosanan dalam diri saya untuk melakukan pencaharian pada tataran pengetahuan sebagai teknik. Manajemen sebagai teknik – sebagai ladang pengetahuan di mana pertama kali saya lahir, dan kemudian tumbuh cukup besar di sana – juga menghadirkan wajah-wajah yang membosankan. Sudah lama saya berlangganan jurnal Harvard Business Review, dan setumpuk jurnal tersebut masih dibungkus rapi tanpa pernah dibuka sebagai tanda belum dibaca. Demikian juga ketika jalan-jalan ke toko buku. Dulu, nama-nama seperti Drucker, Porter, Ohmae dan Mintzberg adalah nama-nama yang menawan. Namun sekarang, ia tidak lebih dari sekadar teknik yang tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa terjadi, sekali lagi, karena pengetahuan di tingkat teknik sudah terbukti memproduksi kepalsuan dan ketidakjernihan secara meyakinkan. Untuk itulah, sudah lama saya membelokkan stir pencaharian menuju tataran pengetahuan sebagai spirit. Kalau diibaratkan mobil yang sedang berjalan, pengetahuan sebagai teknik memang sama dengan mobil itu sendiri yang bisa berbelok ke mana-mana. Dan pengetahuan sebagai spirit serupa dengan pengemudinya, yang menentukan ke mana arah mobil akan diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik teknik maupun spirit, keduanya memang saling membutuhkan. Serupa dengan mobil bersama supirnya, keduanya memang saling membutuhkan. Hanya saja, dalam tataran belajar dan pencaharian saya, terlalu banyak ruang pengetahuan yang berisi teknik. Karena tidak mau diproduksi menjadi mesin kepalsuan semacam inilah, maka arah pencaharian sedang diimbangi dengan spirit-spirit yang menjernihkan. Anda tertarik ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-5968645760427179515?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/5968645760427179515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=5968645760427179515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5968645760427179515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5968645760427179515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/produsen-produsen-kepalsuan.html' title='PRODUSEN-PRODUSEN KEPALSUAN'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-2671007000622992201</id><published>2008-12-19T01:20:00.001-08:00</published><updated>2008-12-19T01:21:21.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara-Suara Bunga'/><title type='text'>Suara-Suara Bunga</title><content type='html'>Penulis: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga, itulah salah satu perlambang alam yang cukup banyak digunakan sekaligus dibicarakan. Bagi pengagum dan pelayan cinta, bunga adalah lambang cinta yang mengagumkan. Buktinya, di banyak kesempatan bunga digunakan sebagai wakil-wakil cinta yang menggetarkan. Remaja yang mau menemui kekasihnya, sahabat yang mau menjenguk keluarga di rumah sakit, ucapan selamat sekaligus duka cita, mengungkapkan rasa cinta pada keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggal, bahkan sampai sarana upacara di tradisi tertentu, menggunakan bunga sebagai alat cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi petani lain lagi, bunga juga memendam rasa rindu. Sebab, bunga adalah tanda-tanda awal akan datangnya hasil yang ditunggu-tunggu. Setelah bunganya lenyap, buahnya muncul kemudian. Dan dari buah terakhir inilah, seluruh tetesan keringat kerja keras akan dibayar oleh kehidupan dan semesta. Bunga bank lain lagi, ia tidak saja menjadi motif bagi pemilik uang untuk rajin menyimpan, juga menjadi penggerak mesin-mesin perekonomian. Dari bunga banklah, sebagian lebih aktiva masyarakat bergerak dari wilayah kurang produktif ke wilayah-wilayah produktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bunga kehidupan lain lagi. Setiap bentuk manusia yang berjalan di jalan-jalan kejujujuran, ketulusan dan keikhlasan disebut sebagai bunga kehidupan. Sehingga orang tua manapun yang memiliki putera-puteri yang jujur, tulus dan ikhlas seperti sudah menghasilkan bunga-bunga kehidupan. Mirip dengan bunga yang sebenarnya, ia tidak saja indah dan sedap dipandang, melainkan juga menebar bau wangi di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kebetulan, entah ada kesengajaan, segala sesuatu yang bercahaya di alam semesta - dari matahari, bulan sampai dengan bintang - ada unsur-unsurnya yang serupa dengan bunga. Bentuknya yang bundar, ada bintik-bintik terang di sekitarnya, ada titik pusat dari mana cahaya berasal, menarik perhatian dan yang paling penting mewakili keindahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam totalitas, kalau betul pendapat yang mengatakan jika Pencipta seorang penari, maka ciptaannya adalah sebentuk tarianNya. Dengan demikian, bunga rupanya lebih dari sekedar lambang keindahan yang menebar bau wangi. Ia juga pembawa suara-suara makna. Kalau hal-hal yang paling sepele saja di semesta membawa makna, apalagi bunga yang amat berguna dan diperhatikan dari berbagai segi. Pasti ada rangkaian makna di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibimbing oleh suara-suara kejernihan, ada bagian-bagian tangan di dalam yang mencoba membuka kelopak-kelopak bunga. Untuk apa lagi, kalau bukan merajut makna dari sana. Rupanya, hampir semua bunga menengadah ke atas. Entah itu mencari cahaya, entah karena sebab lain yang jelas, seperti ada makna di balik kesukaan bunga menengadah ke atas. Kedua, setelah menengadah ke atas, setiap bunga memiliki titik pusat. Dari titik pusat inilah, semuanya bermula sekaligus berakhir. Bunga tumbuh dan mekar dari sana. Bunga kemudian layu dan mati, juga dimulai dari titik pusat yang sama. Ketiga, dari pohon apapun bunga itu berasal. Semua bunga mudah sekali dikaitkan dengan satu hal: keindahan! Dan terakhir, setelah selesai melakukan tugas-tugas keindahan, dengan ikhlasnya bunga melakukan tugas berikutnya: mempersubur Ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari sini, bunga ternyata bersuara. Ia wakil dari serangkaian makna. Mari dimulai dengan muka bunga yang hampir selalu menengadah ke atas. Dalam bahasa lain, bunga tercipta seperti mau memberikan sebuah pertanda : celebration of vertica . Sebuah perayaan ke atas! Serupa dengan setiap perayaan seperti ulang tahun, peresmian, lebaran, natal sampai dengan tahun baru, bunga juga melakukan perayaan. Bedanya, kalau perayaan seperti tahun baru sebagian lebih adalah perayaan horizontal (lengkap dengan pestanya), bunga sepenuhnya melakukan perayaan ke atas. Seperti mengingatkan kepada seluruh ciptaan lainnya, ke atas itulah perjalanan seluruh hidup bergerak dan berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perayaan ke atas, bunga juga membawa makna tentang titik pusat. Mirip dengan pendapat seorang pejalan kaki di dunia kejernihan : step back to the center, you will set yourself free. Begitu melangkah kembali ke pusat, siapa saja akan memasuki wilayah-wilayah kebebasan. Makna tentang pusat memang masih amat terbuka. Ada yang menyebut dari mana kita datang sebelum lahir, dan kemana kita pergi setelah mati. Ada yang menyebut dengan Pencipta. Ada yang memberi judul kebenaran. Ada yang mengkaitkan dengan kata mengalir. Dan tentu saja masih ada lagi yang lain. Pusat ini memang teramat sulit untuk diabsolutkan. Lebih mudah bila dibiarkan terbuka, dan tugas masing-masing untuk menemukan wajahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keindahan, bunga seperti memberikan peringatan, untuk itulah guna setiap kehidupan. Kehidupan manapun (dari pohon, binatang sampai dengan manusia) memiliki daya guna yang maksimal bila sampai di sebuah titik yang bernama keindahan. Sebutlah tokoh-tokoh besar yang manapun. Dari Nelson Mandela, Kim Dae Jung, Mahatir Muhammad sampai dengan Dalai Lama. Semuanya indah dan sedap dipandang sekaligus didengar. Dan yang paling indah, ketika tugas-tugas keindahan selesai dilakukan, bunga rela layu, mati dan melakukan tugas-tugas berikutnya yakni mempersubur sang Ibu. Untuk kemudian berputar lagi bersama-sama irama-irama keikhlasan. Adakah telinga-telinga kepekaan yang tergetar mendengar suara-suara bunga?*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-2671007000622992201?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/2671007000622992201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=2671007000622992201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2671007000622992201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2671007000622992201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/suara-suara-bunga.html' title='Suara-Suara Bunga'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-3435073320431995293</id><published>2008-12-19T01:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:19:23.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebencian : Sungai Tanpa Musim'/><title type='text'>Kebencian : Sungai Tanpa Musim</title><content type='html'>Penulis: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda tempat memang berbeda tradisi. Dan itulah kekayaan kehidupan yang tidak perlu membuat manusia jadi bermusuhan. Dalam tradisi yang pernah saya pelajari, sungai adalah jalan-jalan mulia di mana ciptaan Tuhan yang bernama air itu berjalan. Lebih dari sekadar cekungan tanah yang terbentuk secara alamiah tanpa intervensi tangan manapun, sungai lebih menyerupai cermin kejernihan manusia yang hidup di pinggirnya. Di mana sungai itu bersih, jernih dan tertata rapi, di sanalah hidup serangkaian manusia yang pikiran dan hatinya juga bersih dan jernih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena alasan terakhirlah, ada yang terganggu di dalam sini, kalau kali pinggiran rumah terlihat kotor dan jorok. Tidak hanya mata dan pikiran, suasana hati juga ikut terganggu. Kadang ada anggota keluarga yang mengeluh, kalau saya terlalu terpengaruh oleh lingkungan luar. Dan apapun keluhan dan kritiknya, toh tidak bisa menyembuhkan badan yang demikian pekanya akan perlambang-perlambang alam sekitar. Kadang timbul rasa cemburu ke teman-teman yang tidak terpengaruh sama sekali dengan lingkungan sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasan serta keluhannya, inilah badan yang menjadi kendaraan kehidupan. Dengan badan seperti itu, mudah dimaklumi kalau tiba-tiba 12 Oktober 2002 ketika bom meledak di Bali sana, ada bagian-bagian tertentu dari tubuh ini seperti hancur lebur tidak tergantikan. Tidak ada sahabat, keluarga dekat atau keluarga jauh yang meninggal di sana. Tetapi sahabat atau bukan, keluarga atau tidak bukanlah pembatas yang bisa menunda jatuhnya air mata. Ada bagian tertentu dari sungai kehidupan saya yang ikut tersimbah darah dari kejadian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali sebagai tempat lahir memang menentukan dalam hal ini. Dan yang lebih menentukan, kenapa kebencian menjadi sungai yang tidak mengenal musim ? Dalam musim manapun, dalam sejarah manapun, dalam angka-angka tahun manapun, dalam era penguasa yang manapun, selalu sungai kebencian dipenuhi oleh warna-warna merah darah. Meledaknya bom di Bali, hanyalah salah satu saja dari warna-warna merah darah sungai kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sungai sebenarnya, warna darah tidak hanya bercecer di sekitar kejadian, ia telah dan akan mengalir ke rangkaian sungai waktu yang panjang. Bagi yang tersakiti, ia menghadirkan energi-energi dendam yang hanya menunggu waktu untuk meledak kemudian. Bagi yang menyakiti, ia menghadirkan ancang-ancang kebencian juga karena merasa akan dibalas. Dan yang paling menyakitkan, di tengah kabut gelap akan siapa pelaku peledakan, ada banyak anak manusia yang kemudian saling mencurigai. Dan bukan tidak mungkin, menciptakan sungai kebencian di waktu dan tempat yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sempat saya bertanya pada air mata dan kesedihan. Mengadu pada derita dan tangisan. Mencari jawaban pada cahaya matahari yang jadi saksi. Sampai suatu waktu ada rangkaian tulisan yang muncul di depan mata : "The kingdom of heaven is not a place, but it is a state of mind". Surga bukanlah sebuah tempat, melainkan sebuah kondisi pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sinar-sinar kejernihan seperti ini, pasti ada alasan kenapa kebencian itu diciptakan. Bisa jadi, kebencian diciptakan tidak semata-mata sebagai sumbernya dendam. Air mata duka mungkin tidak diciptakan untuk mengesahkan petaka berikutnya. Derita juga tidak diniatkan sebagai hukuman apa lagi kutukan bagi jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin direnungkan pesan-pesan tentang surga tadi, semakin diri ini sadar : ada kemuliaan-kemuliaan yang tersembunyi di setiap kebencian, tangisan, derita dan air mata. Kebencian dilahirkan bukan sebagai bara apinya dendam, tetapi sebagai pembanding sejuknya hawa-hawa cinta. Tangisan bukan diniatkan sebagai pengesahan terhadap pembalasan berikutnya, melainkan tanda-tanda kalau manusia masih memiliki kepekaan. Derita juga bukan kutukan, ia adalah cara sang jiwa mengetuk hati manusia. Air mata duka juga serupa, ia adalah tetesan-tetesan air yang menyejukkan jiwa kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja kesabaran berhasil membawa manusia ke dalam sudut pandang seperti ini, mungkin betul kata seorang sahabat : "setiap kejadian yang paling sedih sekalipun, membawa pesan-pesan keutamaan dan kemuliaan". Sayangnya, dalam beberapa kejadian, kesabaran tidak cukup kuat untuk melawan kemarahan dan kebencian. Untuk kemudian, tergelincirlah peradaban ke dalam sungai-sungai kebencian yang tidak bermusim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sahabat yang mengatakan kalau wewenang manusia hanya berusaha dan berdoa. Dan akan lebih menakjubkan lagi hasilnya, kalau energi-energi usaha ini diberikan pada kesabaran agar ia cukup kuat menggerakkan pandangan-pandangan manusia. Ada yang bertanya, adakah cara yang tersedia untuk itu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak banyak bisa membantu dalam hal ini. Karena energi-energi kesabaran ada di dalam, dibangkitkan dari dalam, dikendalikan dari dalam juga. Kehadiran orang lain, hanya bisa menghadirkan petunjuk jalan. Dan tugas setiap orang, hanyalah berjalan mengikuti petunjuk jalan tadi. Dan begitu sampai di sana, siapapun akan menemukan bisikan begini : love is patient. Cinta adalah kesabaran. Dan dari sinar cinta inilah kemudian kejernihan, keheningan dan kedamaian terlihat tanpa menyilaukan. Dari sinilah, lambat namun perlahan sungai kebencian yang tidak mengenal musim, kemudian kita keringkan airnya. Bukankah ini warisan yang paling berguna yang bisa diwariskan untuk generasi berikutnya ? ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-3435073320431995293?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/3435073320431995293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=3435073320431995293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3435073320431995293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3435073320431995293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/kebencian-sungai-tanpa-musim.html' title='Kebencian : Sungai Tanpa Musim'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-960103126733699720</id><published>2008-12-19T01:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:18:09.304-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Tempat Memendam Rindu'/><title type='text'>Taman Tempat Memendam Rindu</title><content type='html'>Penulis: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada pergeseran musim, terutama dari musim kemarau ke musim hujan, mendadak sontak ada kegembiraan yang muncul tiba-tiba. Setiap mata yang dibekali kejernihan, setiap telinga yang bersahabat dengan kepekaan, setiap rasa yang sering bersahabat dengan getaran-getaran semesta, melihat munculnya kegembiraan ketika musim hujan datang. Kegembiraan ini memang tidak disertai oleh tepuk tangan, tidak diikuti suara musik, apa lagi pemberian piala. Sekali lagi hampir tidak ada hiruk pikuk di sana.Yang ada hanyalah ungkapan-ungkapan kegembiraan sebagai cermin rasa syukur yang mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pohon apa saja. Lengkap dengan akar, batang, daun, bunga sampai dengan buah. Wajahnya berbeda ketika musim hujan datang. Bahkan dibandingkan dengan pohon yang disiram tangan manusia tiga kali seharipun, berbeda penampakannya. Tidak saja daun dan bunganya yang bertambah banyak, melainkan kualitas ekspresi daun dan bunganya juga berbeda. Tidak saja akar yang memeluk tanah yang tampak gembira, bahkan tanah tempat banyak sekali hal berasal juga seperti menampakkan wajah-wajah gembira. Sehingga dalam totalitas, ketika musim hujan tiba, seperti ada yang bersuara di taman sana. Ada yang menyebutnya suara rindu, ada yang mengiranya sebagai ungkapan rasa syukur, ada yang mengatakan kalau itu sebentuk perayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, yang jelas alam yang berumur jauh lebih panjang dari manusia sebenarnya menghadirkan makna jauh lebih banyak dari sekadar alasan keberadaan fisik manusia. Memang benar, hampir semua input kehidupan manusia datang dari alam. Makanan, minuman, dan bahkan pemikiran manusiapun sebagian lebih berasal atau terinspirasi dari alam. Disinari cahaya-cahaya pemahaman seperti ini, ada sahabat yang berbisik : alam ada lebih dari sekadar alasan phisical survival. Alam juga menjadi petunjuk jalan yang meyakinan ketika manusia mau pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak oleh bisikan sahabat kejernihan terakhir, ada sepasang mata yang mencermati, bagian mana dari alam yang bisa menjadi petunjuk jalan manusia untuk pulang ? Pohonkah, batukah, tanahkah, langitkah, matahari, atau malah binatang ? Karena semuanya memiliki bahasa yang berbeda dengan manusia, tentu saja semuanya tidak bisa memberi jawaban dalam bahasa manusia. Sebagian lebih dari jejaring semesta bahkan hanya mengenal bahasa hening dan diam tanpa penghakiman. Seperti mau berbisik : hening dan diam tanpa penghakiman itulah jalan-jalan menghantar manusia pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-960103126733699720?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/960103126733699720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=960103126733699720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/960103126733699720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/960103126733699720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/taman-tempat-memendam-rindu.html' title='Taman Tempat Memendam Rindu'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-3821318353871722547</id><published>2008-12-19T01:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:15:09.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TERBANG DENGAN SAYAP KEBEBASAN'/><title type='text'>TERBANG DENGAN SAYAP KEBEBASAN</title><content type='html'>Penulis: Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahun yang lalu, ketika Jaddu Krishnamurti mengetuk pintu kehidupan saya melalui ide provokatif tentang Freedom From The Known, ada bagian-bagian tertentu dari bangunan hidup ini yang berguncang. Bagaimana tidak berguncang, setelah puluhan tahun menghabiskan banyak waktu dan tenaga duduk di sekolah. Ratusan ulangan dan ujian sudah menyita demikian banyak keringat. Jutaan kejadian lewat membawa judul "pengalaman adalah guru yang terbaik". Ribuan jam telah hilang hanya untuk membaca buku, jurnal, majalah, harian, menonton tv, vcd dan masih banyak lagi sumber pengetahuan yang lain. Tiba-tiba ada ajakan dari Krishnamurti untuk membebaskan diri segera dari semua hal yang telah diketahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena ketika itu umur masih muda, dorongan-dorongan mesin "kehebatan" masih menderu-deru, dan sumber motivasi berkarya yang paling banyak ketika itu adalah kekaguman orang lain, jadilah karya Krishnamurti tadi bahan-bahan yang membuat tulisan dan pembicaraan tampak hebat baju luarnya. Sayangnya, di dalamnya kosong melompong. Mirip dengan tong kosong, ketika dibunyikan memang nyaring bunyinya. Sayangnya, ketika dibuka bagian dalamnya. Yang tersisa hanyalah bukan apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang disebut banyak sahabat bijak dengan perjalanan belajar. Sebagian orang memang mesti melalui tangga-tangga kesombongan yang memalukan. Sebagian malah melalui tangga-tangga kebodohan yang menyakitkan. Dan begitu semua ongkos belajar tadi dibayar, ada pintu-pintu kejernihan yang terbuka dengan sendirinya. Ada guru-guru kebijaksanaan yang mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Ada udara-udara segar keindahan yang masuk melalui lobang-lobang hidung. Demikian juga dengan makanan, semuanya seperti serba enak dan menyehatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menoleh ke tangga-tangga belajar masa lalu yang demikian memalukan, ada bagian dari diri ini yang tersenyum malu, ada juga bagian lain yang bersyukur. Sebab, ada rangkaian kesombongan yang sudah lewat. Diganti dengan tumpukan pelajaran penting yang membuat gunungan-gunungan kebijakan tambah tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ide tentang membebaskan diri dari segala hal yang diketahui, memang berwajah pemberontakan. Maklum, kaca mata anak muda yang melihatnya memang suka memberontak. Sekarang, ketika kaca matanya sudah diganti dengan kaca mata lain, ide tadi sangat membebaskan. Ia lebih membebaskan dari pintu penjara manapun. Kalau pintu penjara hanya bisa membebaskan badan manusia, dan belum tentu pikiran dan jiwanya. Freedom from the known membebaskan ketiga-tiganya. Seperti malaikat bersayap yang datang dari langit, tiba-tiba ia menyambar dan membawa manusia terbang tingg-tinggi. Dan ketika di atas membekali manusia dengan sayap-sayap kokoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentuh oleh kemampuan membebaskan yang demikian mengagumkan inilah, kemudian ada ketekunan untuk menghapus secara perlahan hal-hal yang pernah dicatat dalam memori. Menseleksi pengetahuan dan pengalaman yang ada. Mendudukkan semuanya sebatas sebagai pembantu yang duduk di bawah. Kemudian, berjalan secara perlahan ke depan dengan beban memori yang semakin sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan sahabat-sahabat yang mudah kena stress. Atau mereka yang mudah sekali menambah musuh. Atau mereka yang merasa tidak pernah menemukan kebahagiaan. Atau yang paling parah ditimpa penyakit ini itu. Hampir semuanya tidak saja tidak bebas, tetapi juga terbelenggu oleh apa-apa yang mereka ketahui. Ada kejadian-kejadian masa lalu yang membuat perjalanan jadi amat berat. Ada pengetahuan masa lalu yang membuat ukuran dan kriteria di kepala, kemudian membuat hobi menghakimi jadi tambah subur. Dan ujung-ujungnya apa lagi kalau bukan musuh yang bertambah banyak. Ada rangkaian pengalaman yang membuahkan banyak kesedihan, kemudian membuat pemiliknya hidup dari satu penyesalan ke penyesalan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam totalitas, jadilah manusia seperti berjalan dengan beban gendongan yang demikian beratnya. Atau seperti kereta yang menarik demikian banyak gerbong yang tidak perlu. Tidak saja berat, susah berjalan, menghasilkan banyak stress dan penyakit, yang paling penting gagal terbang tinggi-tinggi dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinari oleh cahaya kejernihan seperti inilah, Krishnamurti seperti hadir kembali dalam pintu kehidupan, mengetuk dan berbisik : "sudah saatnya terbang!" Entah ada atau tidak orang yang terketuk oleh Krishnamurti. Yang jelas, apapun kejadian yang telah lewat, manusia manapun tidak bisa kembali untuk memperbaikinya. Berhandai-handai seolah-olah bisa melakukan sesuatu yang lebih baik di masa lalu, hanya akan memperpanjang daftar penyesalan. Neale Donald Walsch penulis Conversation with God yang jernih itu pernah menulis : semuanya sudah sempurna! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan pengetahuan dan pengalaman. Ia tidak lebih dari sekadar jembatan-jembatan pemahaman. Sebagimana jembatan yang sebenarnya, begitu ia berhasil dilewati tidak ada pilihan lain terkecuali meninggalkannya di belakang. Mengingat-ingat serta menghafal pengetahuan secara berlebihan, atau menyimpan rapi pengalaman (baik maupun buruk) dalam kotak memori, mirip dengan memeluk jembatan erat-erat. Kalau kemudian perjalanan terhenti di jembatan, itu adalah harga yang harus dibayar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup memang pilihan sekaligus hak masing-masing orang. Saya sudah lama belajar untuk berhenti menghakimi. Dalam perjalanan belajar berhenti menghakimi ini, ada yang berbisik dari dalam sini : mari kita terbang! Adakah sidang pembaca yang mau ikut ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-3821318353871722547?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/3821318353871722547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=3821318353871722547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3821318353871722547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3821318353871722547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/terbang-dengan-sayap-kebebasan.html' title='TERBANG DENGAN SAYAP KEBEBASAN'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-1833618444646953553</id><published>2008-12-19T01:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:09:09.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TUHAN TIDAK PERNAH BENAR'/><title type='text'>TUHAN TIDAK PERNAH BENAR</title><content type='html'>Oleh : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gede Prama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap jenjang kedewasaan yang lebih tinggi, menurut pengalaman saya, sering kali mentertawakan jenjang kedewasaan di bawahnya. Ketika baru saja mulai belajar bekerja sebagai seorang sarjana baru di salah satu perusahaan Jepang, kerap kali dalam rapat saya ditertawakan orang karena berbicara dengan jargon-jargon universitas yang asing. Tatkala baru belajar berbicara di depan umum, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa muka saya merah ketika didebat orang. Pada saat baru belajar memimpin orang, sejumlah bawahan memberi masukan kalau saya mudah sekali tersinggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan-tahapan tertentu dalam kehidupan saya sebagai manusia, pernah terjadi Tuhan tidak pernah saya anggap benar. Ketika belum jadi manajer, memohon ke Tuhan agar jadi manajer. Namun, begitu merasakan beratnya duduk di kursi pimpinan ini, maka Tuhanpun disesalkan. Tatkala, naik bus kota sering berdoa agar punya mobil. Saat mobil sudah di tangan, kemudian menggerogoti kantong dengan seluruh kerusakannya, maka salah lagilah Tuhan. Sekarang, ketika tabungan pengalaman dan kesulitan telah bertambah, rambut sudah mulai memutih, badan dan jiwa mulai lebih tahan bantingan, terlihat jelas, betapa naif dan kekanak-kanakannya saya pernah jadi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya super heran, sewaktu saya bertemu orang dengan umur yang jauh lebih tua dari saya, tetapi memiliki tingkat kenaifan yang sama dengan saya ketika masih amat muda. Bekerja dengan orang lain, bahkan termasuk dengan pemilik perusahaanpun, tidak ada yang dinilai benar dan pintar. Setiap orang, di mata orang ini, hanyalah kumpulan manusia yang tidak patut dihargai. Kecuali, tentunya manusia-manusia dengan isi kepala yang sama, atau mau berkorban menyesuaikan diri sepenuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu perusahaan yang menjadi klien saya, orang mengenal seorang pimpinan yang diberi stempel Mr. Complain. Semua orang di sekitarnya - dari sekretaris hingga boss besar - dikeluhkan begini dan begitu. Dengan saya, Tuhanpun sering di-complainnya ; dari salah profesi, keliru memilih istri, anak-anak yang tidak bisa diurus, sampai dengan pemilik perusahaan yang dia sebut super kampungan. Sebagai hasilnya, ia memiliki koleksi musuh yang demikian banyak, pindah kerja dari satu tempat ke tempat lain, dan yang paling penting memiliki kehidupan yang kering kerontang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata orang-orang seperti ini, Tuhan senantiasa tidak pernah benar. Sulit sekali bagi manusia jenis ini untuk menerima saja lingkungan dan rezekinya. Yang ada hanyalah keluhan, keluhan dan keluhan. Dengan sedikit kejernihan, diri kita sebenarnya karunia Tuhan yang paling berharga. Anda dengan hidung, mata, bibir, kepribadian, ketrampilan, dan senyuman yang Anda miliki, hanya dimiliki oleh Anda sendiri. Tukang jahit sering kali membuat satu model baju untuk banyak orang saja. Sangat sedikit pabrik mobil yang membuat mobil hanya untuk satu orang saja. Arsitek? Sedikit yang gambarnya diperuntukkan hanya untuk satu orang saja. Kalaupun ada tukang jahit, pabrik mobil dan arsitek yang membuat disain khusus, dengan sangat mudah orang lain bisa menirunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Tuhan, mendisain setiap manusia semuanya dengan keunikan. Bahkan, manusia kembarpun tetap unik. Dan yang paling penting, tidak ada satupun yang bisa meniru Anda dengan seluruh keunikan Anda. Bayangkan, betapa sulit dan besar energi yang dibutuhkan untuk mendisain sesuatu yang unik dan tidak bisa ditiru siapapun. Bercermin dari sini, disamping kita harus berterimakasih ke Tuhan karena menciptakan keunikan yang tidak ada tiruannya, sudah saatnya untuk mencari cara bagaimana keunikan dalam diri ini bisa dimaksimalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidung saya yang tidak mancung ini tentu saja hanya milik saya seorang diri. Dulu ia menjadi sumber rasa minder, namun ketika ada orang yang mengatakan ini penuh keberuntungan, maka berubahlah dia sebagai energi keberhasilan. Orang Bali dengan logat Batak, hanyalah milik saya seorang diri, belakangan justru ini yang membuat pembicaraan saya khas. Penulis manajemen yang berkombinasi dengan konsultan, eksekutif dan bercampur dengan sedikit darah seniman, bisa jadi hanya menjadi milik saya seorang diri. Tidak semua orang suka tentunya dengan saya, tetapi inilah saya yang amat saya banggakan dan saya syukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, semakin banyak kebanggaan yang saya sukuri, badan ini menarik saya ke serangkaian kebanggaan yang lebih membanggakan lagi. Bahkan, terhadap satu unsur badan yang sebenarnya tidak berubah - sebagai contoh hidung - dengan meningkatnya rasa sukur, ia tampak lebih menarik dan menarik. Demikian juga dengan istri, anak, mertua dan rezeki Tuhan lainnya. Mereka bertambah cantik, menarik dan mendukung sejalan dengan semakin banyaknya rasa syukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang manusia yang kerap menempatkan Tuhan dalam posisi tidak benar selalu, sudah saatnya mungkin kita menerima dan menghargai seluruh keunikan yang hanya milik kita sendiri. Kalau memiliki rumah, mobil, baju yang hanya didisain khusus untuk kita, tentu saja kita amat membahagiakan dan membanggakan. Demikian juga dengan tubuh dan jiwa ini. Ia hanya didisain khusus untuk kita. Baik, buruk, cantik, ganteng, menarik, simpatik atau membosankan sekalipun, sebenarnya hanyalah judul dan stempel yang kita berikan ke tubuh unik yang kita bawa ke mana-mana ini. Bedanya, judul ini kemudian tidak hanya merubah mata Anda, tetapi juga mata orang lain dalam melihat diri Anda sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-1833618444646953553?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/1833618444646953553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=1833618444646953553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1833618444646953553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1833618444646953553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/tuhan-tidak-pernah-benar.html' title='TUHAN TIDAK PERNAH BENAR'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-1882376993533574654</id><published>2008-12-19T00:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-19T01:03:39.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awan Penghalang Pemahaman'/><title type='text'>Awan Penghalang Pemahaman</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu malam yang suntuk, ada beberapa bapak muda dengan wajah lesu dan layu menunggui isterinya melahirkan. Dalam suasana sepi penuh penantian, tiba-tiba keluar dari pintu seorang dokter dengan senyum gembira. Sambil menyalami seorang bapak, dokter ini berucap : "Selamat, anak Anda kembar dua". Seperti sudah tahu sebelumnya, bapak tadi berucap datar : "Saya sudah tahu dokter, karena telah lama saya bekerja di dua kelinci". Empat puluh lima menit kemudian, dokter yang sama keluar lagi lengkap dengan senyumnya yang khas. Kali ini yang disalami seorang bapak yang lain : ‘Anda hebat, anak Anda kembar tiga". Mirip dengan bapak tadi, iapun hanya berucap datar : "saya juga sudah ramalkan dokter, karena sejak dulu saya bekerja di tiga roda". Satu jam setelah kejadian terakhir, keluar lagi dokter yang peramah ini. Kali ini ia senyum penuh keheranan. Sambil menyalami bapak yang lain, ia berucap kagum : ‘Anda paling hebat, anak Anda kembar empat !". Tanpa ada tanda-tanda kejadian ini disutradarai manusia, bapak yang memiliki anak kembar empat ini juga hanya menjawab biasa-biasa saja : "saya sudah duga dari dulu dokter, karena saya bekerja di empat sekawan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar dialog antara dokter dengan suami-suami pasien ini, tiba-tiba saja seorang bapak jatuh pingsan. Dan repotlah semua pihak dibuatnya. Setelah tidak sadarkan diri selama dua jam, dan membuat banyak orang khawatir, tiba-tiba ia sadar dan langsung bertanya pada dokter : "nasib isteri saya bagaimana dokter, sebab saya bekerja lama di Auto 2000 ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sebelum tertawa disamakan dengan kegiatan teroris, karena akhir-akhir ini banyak penguasa amat takut sama teroris, sebaiknya Anda tertawalah sebanyak-banyaknya. Lebih banyak Anda tertawa lebih bagus. Terutama mentertawakan kedunguan pikiran sebagai jembatan pemahaman. Berbeda dengan jembatan yang sebenarnya yang menyeberangkan siapa saja dari satu daratan ke daratan lain tanpa perlu melakukan pemerkosaan, pikiran menyeberangkan manusia dari satu pengertian ke pengertian lain lengkap dengan pemerkosaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan lelucon di atas, ada banyak sekali manusia yang pikiran dan mind-nya tidak menjadi jembatan pengertian, sebaliknya malah menjadi awan penghalang pengertian. Ada Amerika yang pengertiannya tentang Afghanistan menjadi demikian menyimpang, ada Osama yang pemahamannya tentang Amerika jauh panggang dari api. Dalam keseharian saya bertemu banyak sekali orang yang mata dan penglihatannya dibuat demikian kotor oleh mind dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini dibuat, saya barusan habis dimaki-maki dan dibentak-bentak oleh seorang sahabat pengusaha yang sejarah hidupnya banyak sekali dipermainkan dan dikhianati orang. Sehingga kehadiran orang lain seperti saya, dipotret dengan kaca mata kecurigaan yang diproduksi pengalaman masa lalu. Dan sayapun tampil dengan potret penjahat di wajah mind demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran pengertian ini, saya rindu sekali dengan J. Krishnamurti, penulis karya spektakuler dengan judul "Freedom From The Known". Dimana tugas setiap orang yang menginginkan kejernihan dalam hidup adalah "to set him/herself totally and unconditionally free". Membuat diri kita bebas secara total tanpa syarat dari segala keterkondisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkondisian yang datang dari luar (pengetahuan, pengalaman, ideologi, agama, dll) lebih mudah untuk diseleksi dan dipilah-pilah, karena memang ia berasal dan berada di luar. Akan tetapi, keterkondisian yang datang dari dalam seperti keyakinan dan kepercayaan, ia lebih bahaya dari sekadar musuh dalam selimut. Keterkondisian dari luar mirip dengan tamu yang datang berkunjung, dan kalau kita tidak suka tinggal menutup pintu rumah kehidupan rapat-rapat. Tetapi keyakinan dan kepercayaan kita sendiri, ia adalah pemilik rumah kehidupan itu sendiri. Disamping berada di dalam rumah, sulit dibayangkan kita bisa mengusir pemilik rumah dari rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu kesempatan, Krishnamurti pernah berucap : ‘It is words, explanations, memories, that clouds the understanding of the fact’. Kata-kata, penjelasan, ingatan adalah rangkaian awan yang bisa menutupi pengertian. Dan lebih berbahaya lagi, ada tidak sedikit orang yang mengidentikkan pengertiannya dengan awan-awan penghalang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengalaman saya berinteraksi dengan orang yang memorinya penuh dengan kecurigaan, setiap kata dan penjelasan selalu " sekali lagi selalu - dikaitkan dengan memori masa lalu yang diyakininya. Sebagai akibatnya, setiap usaha untuk melihat kejadian dan orang baru, selalu dihalangi oleh memori masa lalu. Lebih dari itu, maka kejadian dan orang barupun terlihat persis sama dengan kejadian dan orang kemaren dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja semua orang seperti ini, saya, Anda dan semua orang kualitas penglihatannya lebih buruk dari kualitas penglihatan orang-orang buta. Pengetahuan, kearifan, kebijaksanaan, ideologi dan bahkan agama sekalipun, lewat begitu saja di depan mata tanpa sempat kita selami pada kedalaman-kedalaman pengertian yang penuh keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena alasan itulah, telah lama saya terbang di dunia pengertian melalui dua sayap : hening dan ikhlas. Jangankan dipecat, matipun ikhlas. Keduanya tidak memerlukan kata-kata, penjelasan apa lagi memori. Mirip dengan sudah sampai di ketinggian, agar tetap bisa tinggal di sana, tugas kita sekarang adalah menendang tangga-tangga yang membawa kita sampai di sini. Termasuk menendang tulisan yang tidak menarik ini !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-1882376993533574654?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/1882376993533574654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=1882376993533574654' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1882376993533574654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1882376993533574654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/awan-penghalang-pemahaman.html' title='Awan Penghalang Pemahaman'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-2528072116196401926</id><published>2008-12-18T23:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:03:28.853-08:00</updated><title type='text'>Tulisan Selanjutnya ...</title><content type='html'>Selanjutnya tulisan-tulisa berikutnya di kutip dan di copy dari public speaker ternama di Indonesia yakni Pak Gede Prama.&lt;br /&gt;Ide-ide dasyat tentang kehidupan. Dulunya saya ambil dari situs Pak Gede Prama Dynamic Consulting, tapi situsnya sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, supaya saya dapat membaca tulisan-tulisan Pak Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf Pak Gede Prama tulisannya saya tempatkan di blog tanpa ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-2528072116196401926?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/2528072116196401926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=2528072116196401926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2528072116196401926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2528072116196401926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/tulisan-selanjutnya.html' title='Tulisan Selanjutnya ...'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-429301861675544779</id><published>2008-12-16T21:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T21:52:18.577-08:00</updated><title type='text'>Politik, Agama dan Kekuasaan</title><content type='html'>Pemilu sudah mulai dekat, dari partai politik, calon legislatif sampai dengan team sukses sibuk mencari dukungan (menyebarkan selebaran, memasang baliho, spanduk dan berbagai macam iklan yang lainnya). Dari yang menawarkan isu penyelesaian konflik agama masalah ekonomi bahkan sampai masalah mengatur kehidupan pribadi masyarakat di gelontorkan oleh para caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg pun datangnya beragam, dari kaum cendikiawan, seniman, pendidikan, budayawan sampai dengan agamawan pun ikut turut serta untuk mendulang suara rakyat. Pertanyaan sekarang, apakah pantas menjadi caleg ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh caleg itu sendiri, tentunya pakai hati dan pikiran yang jernih. Apa yang dapat diperjuangkan kelak, apa motivasi menjadi caleg, kebijakan apa yang harus dibuat ke depan dan berbagai pertimbangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg, mari ... bersama membangun dengan hati dan pikiran yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-429301861675544779?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/429301861675544779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=429301861675544779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/429301861675544779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/429301861675544779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/12/politik-agama-dan-kekuasaan.html' title='Politik, Agama dan Kekuasaan'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-2222466894168193785</id><published>2008-07-04T19:34:00.001-07:00</published><updated>2008-07-04T19:34:55.468-07:00</updated><title type='text'>Kekerasan, Ormas dan Pengendalian Diri</title><content type='html'>Maraknya aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini di masyarakat, baik yang dilakukan oleh masyarakat kepada masyarakat lainnya, ormas satu kepada ormas lainnya atau pemerintah terhadap masyarakat. Dimana akan terjadi jatuh korban dari berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang marak akhir ini adalah kekerasan yang dilakukan ormas. Banyak yang pro maupun kontra terhadap kasus kekerasan tersebut. Disatu sisi ada yang menganggap bahwa hal yang dilakukan itu benar sebagian lainnya menganggap salah. Masyarakat mulai bergelok, seolah-olah melupakan aktifitas sehari-hari. Aksi pro yang melakukan tindakan anarki untuk mendukung ormas tersebut, begitu pun yang kontra melakukan tindakan anarki untuk memerangi tindakan ormas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukung mendukung menggunakan cara-cara anarki, melawan juga menggunakan cara anarki. Seolah-olah anarki kerap kali digunakan sebagai cara untuk menyelesaikan sesuatu. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap semua pihak. Kenapa cara-cara anarki yang digunakan untuk menangani suatu permasalahan ? Ada apa dengan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa ini hanya ingin berkeluh kesah tentang situasi negara Indonesia yang mulai tidak nyaman, banyak prilaku yang (maaf) terbilang bar-bar (maaf sekali lagi). Negara, hukum, agama, ras atau pun yang lainnya digunakan sebagai alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Sangat disayangkan manusia beragama (maaf) menggunakan cara-cara kurang bergama untuk menyelesaikan masalah, manusia yang sadar hukum (maaf) menggunakan cara-cara diluar hukum untuk menyelesaikan masalah dan sebagainya. Pada akhirnya akan timbul saling menyalahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Seperti saya tulis ini seolah-olah saya menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian menjadi tujuan akhirnya. Mungkin pengendalian diri menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi akhir-akhir ini terhadap negara ini. Seperti yang di katakan orang-orang suci yang tampil di televisi. Bahwa semua kuncinya ada di pengendalian diri. Nyatakan dengan hati, kata-kata dan tindakan. Semoga negara ini menjadi lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-2222466894168193785?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/2222466894168193785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=2222466894168193785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2222466894168193785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2222466894168193785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/kekerasan-ormas-dan-pengendalian-diri.html' title='Kekerasan, Ormas dan Pengendalian Diri'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-1245299928043126449</id><published>2008-07-04T19:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:34:14.470-07:00</updated><title type='text'>Sebelum belajar Kitab Suci.</title><content type='html'>Perkenalkan nama saya si belog. Saya hanya orang bodoh yang berusaha menulis tentang yang saya tahu saja. Maaf jika terjadi kesalahan, maklum karena saya bodoh. Saya sendiri jarang membaca Kitab Suci dan belum mampu memahami Kitab Suci secara menyeluruh. Oleh sebab itu saya tidak ingin menyampaikan apapun dari Kitab Suci, yang mau saya sampaikan cuma hal-hal yang cukup sederhana. Biarlah orang-orang suci yang menyampaikan isi dari Kitab Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang ada di alam yang sering ditemui, itulah yang akan disampaikan. Belajar dari guru-guru yang berpikiran jernih, belajar dari ciptaan Tuhan yang disebut pohon, binatang dan ciptaan Tuhan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin sebaiknya sebelum manusia mempelajari Kitab Suci, lebih dahulu memahami hidup dari ciptaan Tuhan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil dari nasehat guru jernih bahwa pohon juga memberikan pelajaran berharga pada manusia, lihat pohon kelapa contohnya : Ada akar yang tulus tanpa meminta (tidak terlihat, ada didalam tanah, selalu memberi makanan kepada akar, daun, buah dan batang), lihat batang yang selalu menyangga dengan penuh kesabaran, lihat daun yang memberikan keteduhan dan buah yang membawa keindahan. Pohon kelapa hidup saling menopang. Seolah memberikan pelajaran kepada manusia kita hidup dalam perbedaan (baik agama, ras, golongan dll) dan harus saling menyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bunga, memberi keindahan dan keharuman pada semua dan ketika akhirnya menjadi pupuk untuk tanaman. Seolah memberikan pelajaran kepada manusia bersikaplah seperti bunga yang selalu membawa keharuman dan keindahan untuk semua dan kemudian menjadi penyemangat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat tanah (ibu pertiwi), manusia selalu menyakiti ibu pertiwi selalu menginjak tetapi lupa menghormati. Manusia berpijak ke tanah, tapi menganggap tanah itu jorok dan kotor. Tetapi ibu pertiwi dengan sabar memberikan kehidupan kepada manusia untuk dapat terus berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah alam, banyak memberikan kita pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setelah kita memahami ciptaan-Nya baru kemudian kita mempelajari Kitab Suci yang diturunkan Tuhan. Sehingga dengan belajar memahami ciptaan-Nya manusia mampu meminimalkan kesalahan untuk memahami ajaran dalam Kitab Suci. Agar supaya Kitab Suci tidak menjadi kambing hitam perpecahan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika tulisan saya si belog ini ada yang salah dan menyakiti, bukan maksud hati. Tapi lebih ke arah curahan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-1245299928043126449?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/1245299928043126449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=1245299928043126449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1245299928043126449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/1245299928043126449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/sebelum-belajar-kitab-suci.html' title='Sebelum belajar Kitab Suci.'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-4024214511270926028</id><published>2008-07-04T19:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:32:47.630-07:00</updated><title type='text'>Semua ingin menjadi buah (baca: didepan dan terlihat).</title><content type='html'>(Curahan hati kosong dan hampa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang berlangsung akhir-akhir ini dari isu pemilihan bupati, gubernur, presiden sampai perselisihan antar ormas yang kemudian meluas ke isu agama. Semoga semua konflik yang terjadi dapat terselesaikan dengan perdamaian. Harapan, semoga Indonesia tercinta pada akhirnya hidup damai dan sejahtera dalam keberagaman yang penuh keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong dan hampa pada suatu waktu ada dalam keheningan. Dalam keheningan kosong dan hampa saling berbisik hingga tak terdengar. Sang kosong bertanya “Mengapa dunia ini tidak pernah damai sedikit pun ?”, Sang hampa menjawab “Karena manusia tidak ingin damai”. Sang kosong menjawab “Kenapa tidak ingin damai ?”, Sang hampa kembali menjawab “Karena manusia belum mengusai pikirannya dan masih dikuasai pikirannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bisikan canda sang kosong dengan sang hampa. Manusia dikuasi oleh pikirannya sendiri, ditunggangi oleh keinginan, kata para Nabi keinginan ini sumber penderitaan. Kenapa oh kenapa, manusia merasa seperti Tuhan dengan prilaku Setan ?, “uuuppppssss”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan penghancuran, menganggap diri paling hebat, selain kita yang lain bukan mahluk Tuhan, mengganggap diri atau kelompok paling mulia. Oh… tampang Tuhan prilaku Setan, oh tidak. Mau jadi apa dunia ini. Mungkin juga Tuhan di atas sana menangis melihat umatnya yang berbenturan dan tidak mau saling mengisi. Agama dijadikan alasan untuk perpecahan,  agama dijadikan alasan untuk menghancurkan sesama, oh manusia. Kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Tuhan akan merasa bahagia diatas sana kalau manusia mempunyai tampang manusia dan prilaku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mungkin setan mau curhat “Hai manusia tolong hentikan prilaku setanmu itu, sebab kalau kamu terus-terusan seperti itu maka aku akan di pecat oleh Tuhan, sebab engkau manusia mengambil pekerjaanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup damai penuh warna (baca : keragaman) bukankah lebih baik, ketimbang hanya satu warna tanpa perbedaan. Dunia ini sudah cukup lelah disakiti manusia. Bukankah manusia tidak akan bisa hidup jika tidak saling menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai… damai.. damai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejahtera…sejahtera…sejahtera&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-4024214511270926028?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/4024214511270926028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=4024214511270926028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4024214511270926028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4024214511270926028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/semua-ingin-menjadi-buah-baca-didepan.html' title='Semua ingin menjadi buah (baca: didepan dan terlihat).'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-5282167031595472266</id><published>2008-07-04T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:31:26.288-07:00</updated><title type='text'>Saya(Hati Kecil), Kamu, Dia dan Agama</title><content type='html'>Suatu ketika yang malam yang terang dengan sinar kemilaunya, Hati Kecil berbisik sendiri pada bulan. Ia berbisik tadi siang saya mendapatkan cerita dari teman-teman yang mereka bicarakan adalah tentang agama dan aturan-aturannya. kamu menyatakan pada Dia bahwa di dunia ini hanya agamanya yang paling sempurna dan paling benar dari agama yang lain. Sedangkan Dia melakukan penyangkalan-penyangkalan dengan menyatakan semua agama sama dan Saya(Hati Kecil hanya tersenyum diam tanpa kata).&lt;br /&gt;Begitu hebatnya mereka berdebat tentang pendapat-pendapat yang disampaikan, pada sampai suatu ketika bel berbunyi saatnya masuk ruangan. Lagi-lagi Saya (Hati Kecil) hanya tersenyum dan berkata mari masuk kedalam. Entah mana yang benar atau yang salah, yang jelas mereka berdebat mungkin saja dalam proses pendewasaan pikiran. Membuka wawasan baru tentang dunia ini yang begitu luas dan beragamnya. Warna warni kehidupan membuat kehidupan menjadi lebih indah. Apa yang terjadi jika dalam kehidupan cuma ada warna hitam dan putih ?.&lt;br /&gt;Kamu menyampaikan bahwa agamanya paling benar dan sempurna karena mungkin kurang membuka wawasan terhadap aneka ragam warna warni dunia ini. Begitu banyak suku bangsa, ras, golongan, agama dan warna-warni lainya. Sehingga yang diketahui hanya tentang drinya dan apa yang dianutnya. Atau mungkin kamu terobsesi dengan fanatisme keluar dan selalu menunjukkan dirinya paling benar dan tepat dengan pilihan-pilihannya dengan me-atas-nama-kan keyakinan yang dianutnya. Selalu melakukan pembenaran tindakan dengan berbagai alasan.&lt;br /&gt;Dia menyangkal mungkin saja dengan pendalaman agama yang menuju kedalam diri dan tidak menutup kemungkinan membuka diri untuk mengetahui wawasan tentang dunia ini yang bergitu warna-warni dan beragam. Indahnya dunia ini dengan berbagai macam warna warni keindahan. Saling menghargai, menghormati, kasih sayang dan persaudaraan dengan semua yang ada di dunia ini akan membuat hidup lebih damai.&lt;br /&gt;Saya(Hati Kecil) tersenyum lagi. Entah karena tidak tahu apa-apa, tidak menyimak dengan serius, tidak tahu jawaban, tidak mau berdebat atau mungkin tidak ada yang perlu diperdebatkan. Hanya senyum dan berucap : Bagaimana seorang dokter tahu obat jika penyakitnya tidak diketahui ?.&lt;br /&gt;Memang ucapan yang tidak berkaitan dengan arah pembicaraan. Tapi pembaca yang suka berjalan kedalam diri dan suka warna warni kehidupan akan tahu akan mengerti hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Pembaca :&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya suara yang dilontarkan Sang Aku dan atau Hati Kecil tentang sekitar mereka. Tidak ada kaitannya dengan individu tertentu. Mulai hari ini dan hari-hari selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-5282167031595472266?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/5282167031595472266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=5282167031595472266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5282167031595472266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5282167031595472266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/sayahati-kecil-kamu-dia-dan-agama.html' title='Saya(Hati Kecil), Kamu, Dia dan Agama'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-5602717472517783743</id><published>2008-07-04T19:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:30:32.870-07:00</updated><title type='text'>Fanatisme Agama ?</title><content type='html'>Ketika sore menjelang Sang Aku mendatangi Hati Kecil untuk mulai berbincang - bincang sore mengenai topik keyakinan beragama, baik atau buruk. Sore itu Hati Kecil sedang duduk dalam keheningan sambil minum susu yang berwarna hitam pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan - pertanyaan kecil mulai terdengar dan dengan tersenyum Hati Kecil menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;Sang Aku : “Kemarin aku menonton televisi saya melihat ada tindakan anarki meng-atas-nama-kan agama, betapa bangganya mereka berteriak, bertindak anarki sambil mengucapkan kata-kata suci. Apakah itu benar atau salah ?”&lt;br /&gt;Hati Kecil : Tersenyum sambil berbicara, “Bagaimana menurut Tuanku ?”&lt;br /&gt;Sang Aku : “Entahlah bangunan hancur, api membakar, pecahan kaca dan lainnya. Aku tidak menyukai hal ini.” (diam sejenak sambil minum kopi putih)&lt;br /&gt;Hati Kecil : “Menurut tuanku apakah itu agama. Apakah hanya aturan atau ketulusan ?”&lt;br /&gt;Sang Aku : “Apakah yang engkau maksudkan ?”&lt;br /&gt;Hati Kecil : Dengan tersenyum menjawab “Saya tidak bermaksud apa-apa tapi hanya ingin bertanya dengan kedua jawaban tadi”&lt;br /&gt;Sang Aku : “Ya kalau aku sih agama adalah ketulusan, entah bagi orang lain”&lt;br /&gt;Hati Kecil : “Apakah jawaban tuanku menuju kedalam atau ke luar diri ?”&lt;br /&gt;Sang Hati : Dengan muka bingung meminta nasehat “Bisakah engkau menjelaskan ?”&lt;br /&gt;Hati Kecil : “Kalau agama adalah ketulusan dan menuju kedalam diri merupakan ketulusan seseorang ingin mendalami agama untuk kebahagian semua dan diri sendiri. Menaburkan cinta, persahabatan, persaudaraan, saling menghormati, pemurnian diri, kesabaran dan kasih sayang kepada seluruh mahluk hidup. Baginya hidup adalah harmonisasi, bukan pemaksaan, bukan pembunuhan, bukan tindakan anarki apapun alasannya. Kalau ketulusan menuju keluar diri merupakan alasan ketulusan seseorang ingin mendalami agama dengan imbalan tertentu, mungkin juga termasuk nama besar. Biasanya orang seperti ini sering berteriak tentang kebenaran berdasarkan agama sebagai alasannya. Baginya dikenal banyak orang, menunjuk-nunjukan jari telunjuk pada saat berteriak tentang kesalahan orang lain, merasa hebat mengusai agama. Padahal tiga jari yang lain menunjuk diri sendiri, yang menunjukkan bahwa ia memiliki lebih banyak kekurangan dan kesalahan. Ah begitulah … selalu dan selalu merasa luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbincangan dapat diambil makna bahwa fanatisme agama tidak hanya bermakna negatif namun dapat juga bermakna positif.&lt;br /&gt;Ketika fanatisme agama menuju kedalam diri, pembenahan-pembenahan diri dan pintu hati akan terbuka menuju kebebasan. Membimbing diri untuk menuju sikap berbuat, berkata dan berpikir yang baik tanpa memperhitungkan hasil. Menghargai perbedaan, saling menghormati, kasih sayang dan tindakan positif lainya akan membimbingnya menuju kebebasan.&lt;br /&gt;Ketika fanatisme agama menuju keluar diri, rasa ingin menunjukkan diri adalah orang yang paling hebat dalam menjalankan agama, paling benar dan sebagainya. Selalu meminta balasan walaupun secara tidak langsung atas tindakan baiknya. Menganggap orang lain dan agama yang dianut adalah lebih rendah. Sikap radikalisme, tidak menghargai perbedaan, kebencian terhadap orang lain dan tindakan negatif lainnya akan membimbingnya menuju keterikan dan kutukan.&lt;br /&gt;Kemanakah fanatisme agama anda akan diarahkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Pembaca :&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya pertanyaan dan hasil perbincangan antara Sang Aku dengan Hati Kecil. Sebelumnya maafkan saya yang saya tekankan hanya saja mereka berdua yang berbincang tentang sekitar mereka. Mulai hari ini dan hari-hari selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-5602717472517783743?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/5602717472517783743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=5602717472517783743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5602717472517783743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/5602717472517783743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/fanatisme-agama.html' title='Fanatisme Agama ?'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-979160769616528627</id><published>2008-07-04T19:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:29:08.130-07:00</updated><title type='text'>KETIKA AGAMA SALING BERTEGUR SAPA DAN BERDISKUSI</title><content type='html'>Agama berasal dari kata A dan GAM. A yang artinya tidak dan GAM artinya pergi. AGAMA artinya tidak pergi. Sepertinya makna itu yang sering kali digunakan untuk mendefenisikan tentang agama. Agama juga dimengerti sebagai jalan, tutunan, panduan, cara atau pun ajaran menuju jalan-jalan TUHAN. Jalan tidak pernah salah, tapi yang salah manusia mencari jalan.&lt;br /&gt;Jalan dibuat untuk menuntun manusia menuju tempat yang seharusnya dituju. Ketika manusia menyimpang dari jalan bukan jalan yang salah tapi manusia sendiri salah mencari jalan. Terkadang manusia menyalahkan jalan ketika manusia kehilangan tujuannya. Meng-’kambing hitam’kan, mencaci, mengagungkan bahkan sampai menggunakan nama jalan demi kepentingan-kepentingan manusia.&lt;br /&gt;Manusia yang datang dari jalan yang berbeda di suatu persimpangan akan bertabrakan jika tidak saling hati-hati ketika bertemu. Namun lihatlah jalan yang berbeda bertemu dipersimpangan, jalan-jalan bertegur sapa, berdiskusi dan berpelukan penuh mesra. Pernahkan anda lihat jalan bertabrakan ?. Pernahkan jalan berteriak, membenci bahkan memukul anda ketika diinjak, dilindas bahkan dirusak ?. Tapi jalan tetap melayani mahluk lainnya bagaimanapun keadaanya.&lt;br /&gt;Saya tahu anda pasti menjawab: “Ya jalan kan benda mati ?, Apa yang jalan bisa lakukan ?, Jalan kan memang berfungsi seperti itu ? dan lain sebagainya”. Mengeluh, bertanya, tidak puas dengan segala hal tentang penolakan diri sendiri. Tapi saya yakin anda tahu bahwa manusia punya tugas, fungsi dan merupakan mahluk hidup. Jalan menjawab “Manusia kan mahluk hidup ?, Apa yang manusia bisa lakukan ?, Manusia kan berfungsi untuk apa ?. Sudahkan manusia berfungsi dan bertugas sesuai dengan tugasnya ?. Jalan berhak berkata jika diijinkan ” He manusia yang hebat-hebat aku (baca:jalan) tahu aku bukanlah apa-apa bagimu, namun tanpa aku (baca:jalan) kamu tidak akan mencapai tujuanmu, kamu seperti manusia buta dengan mata yang terbuka”.&lt;br /&gt;Namun lihatlah manusia ketika jatuh karena jalan yang berlubang, yang paling pertama jalan berlubang yang disalahkan kemudian menyalahkan yang lainnya. Pernahkan jalan melubangi dirinya ?. Lalu siapa yang bikin berlubang ?. Kasihan sekali posisi jalan sudah melayani, dilindas, diinjak bahkan sering disalahkan, padahal jalan tidak pernah minta dibuat, dilewati bahkan dilubangi. Tapi karena jalan merupakan sebagai pengantar mahluk hidup menuju tujuannya maka jalan akan terus mengantar dan membimbing manusia dengan rambunya untuk mencapai tujuan. Sudah ada rambu yang sesuai manusia terkadang mengacuhkannya bahkan karena saking kreatifnya ada manusia menambah dan membubui rambu-rambu baru atas nama jalan.&lt;br /&gt;Agama samakah nasibmu dengan jalan. Ya agama benda hidup kah ?. Ketika manusia-manusia yang mengaku mengikutimu (baca:agama), tetapi melakukan tindakan yang tidak pernah kau (baca:agama) ajarkan atau manusia mengurangi/menambahkan aturanmu (baca:agama). Tujuanmu (baca:agama) hanya untuk mengantarkan manusia kembali pada TUHAN. Apakah agama pernah mengajarkan untuk merusak, menghancurkan yang tidak baik (menurut versi manusia) dengan yang tidak baik dan tidak terpuji. Lihatlah dirimu agama…&lt;br /&gt;Lihat manusia yang mengaku mengikutimu (baca:agama) menghancurkan benda mati lainnya seperti jalan, tembok, kaca dan lain sebagainya dengan cara yang tidak terpuji (melempari dengan batu, memukul kayu dan sebagainya). Apa salah tembok dan kaca sehingga harus dilempari batu ?. Apa salah batu harus dipakai melempari tembok dan kaca ?.&lt;br /&gt;Lihat manusia yang mengaku suci dan yang mengaku mengikutimu (baca:agama) bertindak katanya dengan rambumu yang bernama kebenaran. Menghancurkan tempat maksiat seperti diskotik dan semacamnya (katanya manusia yang mengaku suci). Lho kok tempatnya yang dilempari dan dihancurkan apalagi kalau menjelang hari jadianmu agama (hari suci). Apa tempat, tembok, batu dan kayu sehingga harus dihancurkan. Mintakah tempat, tembok dijadikan aktifitas maksiat ?. Kalau boleh tempat memilih pasti tempat akan memilih sesuatu yang baik, namun sayang tempat benda mati. Manusia-manusia yang mengaku beragama entah karena lupa rambu agama atau menambah rambu agama melakukan hal yang bersifat menghancurkan. He agama pernahkan engkau memberikan petunjuk untuk menambah atau mengurangi rambumu. Setahuku agama bukanlah undang-undang yang seenaknya bisa dikurangi atau ditambahkan begitu saja.&lt;br /&gt;Sayangnya manusia tadi melakukan hal itu dengan menggunakan dan mengatasnamakan namamu (baca:agama) karena mereka menganggap sesuai dengan rambumu. Kasihanlah dirimu (baca:agama) setulusnya mengantarkan manusia menuju jalan TUHAN yang sejati tetapi malah dirimu (baca:agama) dijadikan simbol ke-angkara-an dan ke-aku-an manusia. Mereka merasa hebat karena memahami dirimu (baca:agama) dengan sangat dalam. Kalau saya boleh memberikan pantun kepadamu (baca:agama) : “Naik pohon durian, sudah jatuh tertimpa tangga tertimpa buah durian lagi”. Kasihan dirimu agama.&lt;br /&gt;Suatu saat agama akan bertegur sapa dan berdiskusi dan menunjukkan kepada manusia. He manusia, aku (baca:agama) akan membimbingmu menuju jalan sejati menuju TUHAN, walaupun kami (baca:banyak agama) berbeda namun menuju satu titik pusat yang sama (TUHAN). Berpeluk eratlah seperti kami untuk menuju ke tujuan yang sama (TUHAN). He manusia berjalanlah diatasku (baca:agama), aku (baca:agama) yang akan membimbingmu menuju TUHAN. Tapi ingat jangan menambahkan atau mengurangi rambuku (baca:agama) sehingga akan membuat manusia lain kebingungan. Berjalanlah segera membawa dirimu manusia, ingat jangan mencoba menyeret manusia lain (mungkin mereka berbeda jalan) untuk mengikutimu, biarkan mereka menemukan jalannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang suci, bijaksana dan menjalani jalan TUHAN tidak akan pernah menghakimi manusia lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-979160769616528627?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/979160769616528627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=979160769616528627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/979160769616528627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/979160769616528627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/07/ketika-agama-saling-bertegur-sapa-dan.html' title='KETIKA AGAMA SALING BERTEGUR SAPA DAN BERDISKUSI'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6835181408892795663</id><published>2008-04-13T18:50:00.000-07:00</published><updated>2008-04-13T18:57:11.855-07:00</updated><title type='text'>Lirik Lagu Slank</title><content type='html'>Lirik Lagu Slank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Pernah kah lo denger mafia judi&lt;br /&gt;&gt;Katanya banyak uang suap polisi&lt;br /&gt;&gt;Tentara jadi pengawal pribadi&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Apa lo tau mafia narkoba&lt;br /&gt;&gt;Keluar masuk jadi bandar di penjara&lt;br /&gt;&gt;Terhukum mati tapi bisa ditunda&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Siapa yang tau mafia selangkangan&lt;br /&gt;&gt;Tempatnya lendir-lendir berceceran&lt;br /&gt;&gt;Uang jutaan bisa dapat perawan&lt;br /&gt;&gt;Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Ada yang tau mafia peradilan&lt;br /&gt;&gt;Tangan kanan hukum di kiri pidana&lt;br /&gt;&gt;Dikasih uang habis perkara&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Apa bener ada mafia pemilu&lt;br /&gt;&gt;Entah gaptek apa manipulasi data&lt;br /&gt;&gt;Ujungnya beli suara rakyat&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Mau tau gak mafia di senayan&lt;br /&gt;&gt;Kerjanya tukang buat peraturan&lt;br /&gt;&gt;Bikin UUD ujung-ujungnya duit&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar&lt;br /&gt;&gt;Pake peci tapi kelakuan barbar&lt;br /&gt;&gt;Ngerusakin bar orang ditampar-tampar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6835181408892795663?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6835181408892795663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6835181408892795663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6835181408892795663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6835181408892795663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/lirik-lagu-slank.html' title='Lirik Lagu Slank'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-2089329760471391001</id><published>2008-04-12T19:36:00.001-07:00</published><updated>2008-04-12T19:36:59.039-07:00</updated><title type='text'>SLANK vs Anggota Dewan</title><content type='html'>Ada aja SLANK yang dikerjain, bikin lagu yang ngritik anggota dewan. Lirik yang bertema ANTI KORUPSI, membuat dewan kehormatan dewan menjadi geram. Apa bener kali ya lirik lagu SLANK, makanya ada anggota dewan geram ("nggak tahu tuh saya"). Kalau nggak kayak gitu pasti di cuekin, tapi nggak semua anggota dewan sih kayak gitu ! Benar atau nggak lirik lagu SLANK ? "saya nggak tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemarin, kok ada salah satu anggota dewan yang tertangkap tersandung kasus pembebesan hutan dan kata infotaiment mencapai harga 3 milyar (wow gila). Kalau digunakan untuk membantu perkonomian rakyat miskin, lumayan lah banyak juga yang terbantu. Anggota dewan kan sudah mampu untuk membeli 'se-karung' sembakao, sedangkan masyarakat miskin kan bisa dibantu membeli 'sesuap nasi' (lumayan buat memperpanjang umur masyarakat miskin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok SLANK bisa tahu ya, jangan-jangan SLANK belajar kayak MAMA LAUREN (he he he.... bercanda kok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewan kan wakil rakyat, seharusnya mendengarkan rakyat, SLANK kan adalah rakyat, dengerin dong. Please dong ah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud hati mejelek-jelakan atau membela tapi ini cuma curahan hati. Cari hikmahnya saja, mudah-mudahan terjadi perbaikan yang lebih baik di masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-2089329760471391001?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/2089329760471391001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=2089329760471391001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2089329760471391001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/2089329760471391001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/slank-vs-anggota-dewan.html' title='SLANK vs Anggota Dewan'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-3862554885353413726</id><published>2008-04-10T22:28:00.000-07:00</published><updated>2008-04-13T18:04:51.715-07:00</updated><title type='text'>Blocking situs-situs Porno oleh Pemerintah (Depkominfo)</title><content type='html'>Rencana pemerintah untuk melakukan blocking terhadap situs porno di awal april 2008 ini, mengundang banya pro dan kontra. Saya kurang tahu apakah para netter yang kontra atau bukan netter yang pro. Saya kurang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sendiri setuju kalau di bloknya situs Porno" tapi&lt;br /&gt;"Bukan berarti kalau ada yang membunuh pakai pisau trus perusahaan pisau harus ditutup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perusahaan ditutup gimana ibu rumah tangga mau masak kalau nggak pakai pisau pakai apa dong, pakai gigi.&lt;br /&gt;Kalau friendster, ym, youtube, wordpress ditutup gimana ni orang bisa bisnis online ?&lt;br /&gt;Kan nggak selamanya software tersebut membawa keburukan, bahkan sebagian besar membawa dampak positif buat bisnis online. Komunikasi lewat ym atau blogger gratis lewat wordpress maupun friendster. Ayolah jangan lihat dampak 3% yang buruk, lihatlah dampak 97% yang baik.&lt;br /&gt;Jangan-jangan yahoo.com, google.com dan situs yang lain ditutup lagi ? Mau akses apaan dong ? "situsnya Om R**" aja yang mau di kunjungi ? hehehehe. Bikin aturan jangan muluk-muluk deh, aturan yang udah ada aja buanyak yang langgar ! (up...., yang melanggar yang ikut buat lagi). Ke laut aja !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nggak pengin akses situs porno, mending nggak usah di akses deh. Kita baru berkembang, biarib aja dulu berkembang biar sedikit ada kemajuan. Kalau mau niru gaya Singapura, China dan Negara lain, "mendingan perbaiki dulu sistem pemerintahan, eh salah bukan sistemnya tapi moral dari pejaba* maupun apara*nya deh". Nah, kalau udah bener baru entar niru gaya negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat "Om R**" terhormat, mendingan pikirin dulu deh rakyat miskin kita, berjuta-juta rakyat miskin masih ada. Di Jogja juga masih banyak rakyat miskin Om, he he he... di kali code ada, di kulon progro ada, di gunung kidul apalagi masih buanyak Om. Kalau nanti dana katanya sampai milyaran bahkan triyulan untuk UU IT ini kita gunakan untuk masyarakat miskin kan lumayan tu buat memperpanjang hidup dan memperbaiki nasib mereka, ya nggak Om ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau ngeblok, blok lah situs porno yang bener-bener situs porno, bukan situs yang lain. Aturan sekarang dibuat, trus alokasi dana gede buaaangetttt, millyaran trus masyarakat miskin dapet apa dong. Dapet kemiskinan kali trus-trusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He 'birok***' urus saja moralmu, urus saja ahlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau. 'Kalian' aja banyak yang korup**, masak mau menggunakan alasan situs porno ngeluarin anggaran buat korup**, upppphhh salah ya. Katanya untuk kepentingan moral kok hasilnya nggak bermoral sih. Mendingan buat bikin rakyat Indonesia makmur dengan dana itu. Moral urusan masing-masing aja, lagian juga semua pada punya agama atau aliran kepercayaan. Udalah, nggak usah muluk-muluk, UU Korupsi aja banyak yang langgar. Ngatur masyarakat ? Ngatur diri sendiri aja susah, buktinya bikin aturan sendiri yang melanggar juga sendiri. Waduh mau pura-pura terus-terusan, sudahlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorry lah kalau agak keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin lalu situs depkominfo sempat di hack lho katanya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_Dm9OUs-SGGA/R-776BLgOLI/AAAAAAAABDE/2WCh9wWlHUk/s1600-h/29-depkom%5B1%5D.jpgsitus "&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="file:///C:/Documents%20and%20Settings/Aryo/Desktop/oleh-nasorihabibyahoo_files/29-depkom1.jpg " border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh ya, saya dapet gambar dari &lt;a href="http://xpresi-riaupos.blogspot.com/2008/03/oleh-nasorihabibyahoo.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-3862554885353413726?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/3862554885353413726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=3862554885353413726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3862554885353413726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/3862554885353413726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/blocking-situs-situs-porno-oleh.html' title='Blocking situs-situs Porno oleh Pemerintah (Depkominfo)'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-419540526463824986</id><published>2008-04-08T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T01:22:51.109-07:00</updated><title type='text'>Website Sekolah....</title><content type='html'>Kemarin sempat membuatkan website sekolah, udah beres. maksud hati membantu eh malah nggak dapat tanggapan. Webnya udah cheap, nggak mau digunakan dengan optimal lagi, aduh payah ni... padahal udah lengkap ni. Dari agenda, buku tamu, forum dan fasiltas yang lainnya. Malah tidak ada yang menggunakan, cuma sendiri yang ngembangin, nggak asik ni...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak apa-apalah... Webnya bukan CMS lho, buatan sendiri dengan bantuan dari sahabat lama di www.duwaweb.com. Makasih ni buat mas Dhimas dan Anton atas codenya. Salam hangat selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-419540526463824986?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/419540526463824986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=419540526463824986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/419540526463824986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/419540526463824986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/website-sekolah.html' title='Website Sekolah....'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-8342762127690773539</id><published>2008-04-03T23:49:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T23:56:36.954-07:00</updated><title type='text'>Susah cari bensin di Bali</title><content type='html'>Ada kabar berita, di Bali susah sekali mencari bensin. Butuh 1 jam antre baru bisa dapet bensin. Perjuangan man. Ada yang bilang perbaikan penampung minyak di Labuan Karangasem kemudian bensin di alihkan ke Banyuwangi untuk sementara. Sehingga minyak menjadi langka di Bali. Wah repot ni...&lt;br /&gt;Selamat berjuang menemukan bensin seliter....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-8342762127690773539?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/8342762127690773539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=8342762127690773539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8342762127690773539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/8342762127690773539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/susah-cari-bensin-di-bali.html' title='Susah cari bensin di Bali'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-6444351205104327713</id><published>2008-04-01T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T22:13:28.983-07:00</updated><title type='text'>Kegiatan ICT Klungkung di SMK</title><content type='html'>Pada bulan Januari - Pebruari 2008 kemarin kegiatan pelatihan ICT Klungkung berlangsung. Kegiatan itu dihadiri oleh semua sekolah2 sekabupaten Klungkung. Peserta antiusias walaupun banyak yang kurang tertarik. Pembicara, berasal dari guru SMK Negeri sendiri dan dari POLTEK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materinya sih seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Topologi Jardiknas &lt;br /&gt;2. Data Pokok Pendidikan (NPSN, NISN, NIGN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian Komputer Personal :&lt;br /&gt;1. Sistem Komputer &lt;br /&gt;2. Komputer Desktop/Laptop &lt;br /&gt;3. Manajemen file &lt;br /&gt;4. Jaringan Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian Periferal :&lt;br /&gt;1. Printer &lt;br /&gt;2. Scanner &lt;br /&gt;3. Web Camera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolah Kata :&lt;br /&gt;1. Ms Office Word&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar Sebar :&lt;br /&gt;1. Ms Office Excel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi :&lt;br /&gt;1. Ms Office PowerPoint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis Data :&lt;br /&gt;1. Ms Office Access&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koneksi Internet :&lt;br /&gt;1. Web Browser &lt;br /&gt;2. E-mail &lt;br /&gt;3. Mailing-list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Informasi :&lt;br /&gt;1. Pilah, pilih dan simpan informasi &lt;br /&gt;2. Hak atas Kekayaan &lt;br /&gt;3. Intelektual (HaKI) TIK &lt;br /&gt;4. Sekuritas data &lt;br /&gt;5. Anti virus komputer &lt;br /&gt;6. Konversi format dokumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian KKPI (Post Test) :&lt;br /&gt;1. Tes Tertulis &lt;br /&gt;2. Tes Praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, namun secara kesekuruhan sudah berjalan dengan baik. Tapi bagaimanapun pertentangan selalu ada (itu sih lumrah ya), semoga pelatihan-pelatihan ICT sering dilakukan demi perkembangan teknologi di Klungkung. Sama-sama membangun teknologi di Klungkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-6444351205104327713?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/6444351205104327713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=6444351205104327713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6444351205104327713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/6444351205104327713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2008/04/kegiatan-ict-klungkung-di-smk.html' title='Kegiatan ICT Klungkung di SMK'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-592605659860072696</id><published>2007-12-21T20:15:00.000-08:00</published><updated>2007-12-21T20:20:33.492-08:00</updated><title type='text'>Guru ni....</title><content type='html'>Maaf baru nulis lagi ni... Kemarin coba ngalamar di swasta, diterima beberapa kali namun keluar lagi karena pekerjaannya atau saya yang kurang jrek....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih suka independen, sempet buat web untuk mlm. Ya begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang udah jadi guru tidak tetap di SMK Negeri 1 Klungkung. Mencoba untuk berbuat sesuatu untuk kota kelahiran sendiri. Mencoba berinteraksi dengan anak-anak smk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gitu aja dulu deh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-592605659860072696?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/592605659860072696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=592605659860072696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/592605659860072696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/592605659860072696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/12/guru-ni.html' title='Guru ni....'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-828129183998131680</id><published>2007-09-10T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T19:39:40.358-07:00</updated><title type='text'>Kembali ke kampung halaman...</title><content type='html'>Kini aku sudah kembali kampung halamanku. Aku kini ingin maju bersamamu, semoga engkau mau mengijinkanku untuk membuatmu lebih baik. Berikanlah dukungan kepada semua orang untuk memajukkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih Jogja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-828129183998131680?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/828129183998131680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=828129183998131680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/828129183998131680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/828129183998131680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/09/kembali-ke-kampung-halaman.html' title='Kembali ke kampung halaman...'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-4350963280411794738</id><published>2007-05-22T20:20:00.000-07:00</published><updated>2007-05-22T20:28:13.289-07:00</updated><title type='text'>Saya bukan apa-apa ditengah lautan Bali</title><content type='html'>Lulusan dari universitas tidak serta merta menjamin menjadi manusia yang ditunggu pekerjaan. Melamar pekerjaan pun cukup sulit. Sudah beberapa surat lamaran dikirimkan namum belum satupun mendapatkan pekerjaan. Tapi doa dan usaha tetap. Mungkin dari pengalaman ini ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan untuk mendapatkan pekerjaan :&lt;br /&gt;1. Faktor Lucky.&lt;br /&gt;2. Faktor Koneksi dan Uang.&lt;br /&gt;3. Faktor Kemampuan, Ketrampilan dan Kreatifitas.&lt;br /&gt;4. Ijasah Sarjana cuma formalitas.&lt;br /&gt;5. Dukungan keluarga dan lingkungan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     Faktor diatas diurutkan berdasarkan prioritas. Paling atas adalah paling penting. Jadi seperti kata orang bijak, berusaha, belajar, terus coba dan tetap berdoa. Hasilnya serahkan pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be good or be sillent.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-4350963280411794738?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/4350963280411794738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=4350963280411794738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4350963280411794738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4350963280411794738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/05/saya-bukan-apa-apa-ditengah-lautan-bali.html' title='Saya bukan apa-apa ditengah lautan Bali'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-7551362876943347709</id><published>2007-05-22T20:06:00.000-07:00</published><updated>2007-05-22T20:12:43.648-07:00</updated><title type='text'>Ada panggilan lagi kemarin...</title><content type='html'>Masih ditempat test lowongan pekejaan kemarin. Pertanyaan sama aja, nanya profit lagi, ya semacam nggak menghargai privacy, seharusnya menurut saya tidak harus menanyakan profit selama freelance. Kemarin ketika ditanya, jawaban ragu-ragu aja. Antara bilang ya atau nggak atau jujur. Ya jawaban kemarin sih .... ? (biar TUHAN dan saya yang tahu itu benar atau tidak). Semoga ke depan privacy terjaga.&lt;br /&gt;      Kemarin juga sempet jenguk paman yang lagi sakit. Ortu juga ikut jenguk kemarin. Hari yang cukup melelahkan. Sempet ke pantai Sanur juga kemarin, bersama temen-temen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-7551362876943347709?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/7551362876943347709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=7551362876943347709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7551362876943347709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/7551362876943347709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/05/ada-panggilan-lagi-kemarin.html' title='Ada panggilan lagi kemarin...'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-391050065057015135</id><published>2007-05-18T07:12:00.000-07:00</published><updated>2007-05-18T07:17:08.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Pekerjaan'/><title type='text'>Hari melelahkan ikut test pekerjaan</title><content type='html'>Beberapa kali mengirimkan lamaran pekerjaan ke beberapa tempat di lowongan koran terkemuka di Bali, cuma beberapa kali panggilan. Hal ini membuat hari semakin kurang begitu indah. Tapi bagaimana pub harus terus mencoba. Hampir 6 bulan mengganggur dan memiliki pekerjaan yang tidak tetap. Menikmati hari dengan berusaha, berdoa dan penantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya memutuskan untuk ikut program sertifikasi mengajar (akta mengajar IV). Tapi baru mulai test tanggal 29 Mei ini. Menunggu lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-391050065057015135?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/391050065057015135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=391050065057015135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/391050065057015135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/391050065057015135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/05/hari-melelahkan-ikut-test-pekerjaan.html' title='Hari melelahkan ikut test pekerjaan'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-639622342660134367.post-4989410538883729316</id><published>2007-05-18T07:06:00.000-07:00</published><updated>2007-05-18T07:11:10.330-07:00</updated><title type='text'>Susah Cari Kerja tanpa Koneksi dan Uang</title><content type='html'>Apa sekarang nilai sebuah ilmu pengetahuan menjadi berkurang ya. Dimana kalau mau cari kerja harus mengandalkan koneksi, uang baru kemudian keahlian. Banyak syarat bro. Gimana jadinya Indonesia ni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa, berdoa, berdoa, berusaha, berusaha, berusaha....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/639622342660134367-4989410538883729316?l=putu-belog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://putu-belog.blogspot.com/feeds/4989410538883729316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=639622342660134367&amp;postID=4989410538883729316' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4989410538883729316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/639622342660134367/posts/default/4989410538883729316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://putu-belog.blogspot.com/2007/05/susah-cari-kerja-tanpa-koneksi-dan-uang.html' title='Susah Cari Kerja tanpa Koneksi dan Uang'/><author><name>putu niki</name><uri>https://profiles.google.com/101583720332983737662</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-iQBI7J7XVwc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DiZMYaOS2lY/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
